JurnlisNetwork-SEMARANG-Aksi unjuk rasa oleh ratusan mahasiswa dan perwakilan warga di sejumlah daerah di Jateng berlangsung di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (8/6/2026).
Massa menuntut pemerintah pusat dan pemerintah propinsi segera turun tangan untuk menyelesaikan berbagai koflik lingkungan yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Aksi yang di gelar di halaman gedung gubernur ini juga menghadirkan sejumlah aktifis lingkungan yang menyuarakan berbagai persoalan lingkungan hidup, mulai dari konflik pesisir hingga ancaman terhadap kawasan pegunungan di Jawa Tengah.
Baca Juga: Lagi Nunggu COD Obat Keras Ilegal , Sejumlah Anak Di Grebeg Polisi
Aksi juga di warnai bentangan sejumlah spanduk yang bertuliskan antara lain “Menolak Eksploitasi, Menjaga Ruang Hidup”, “Tanah untuk Rakyat”, dan “Jogo Lemah Urip Kawulo Alit”. Berbagai poster berisi kritik terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan juga tampak menghiasi lokasi aksi.
Massa yang terdiri atas petani, nelayan, dan masyarakat sipil dari sejumlah daerah seperti Semarang, Demak, Kendal, Jepara, Pati, Temanggung, Wonosobo, dan Batang .Serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang ini menyampaikan tuntutan terkait perlindungan ruang hidup masyarakat
Baca Juga: Viral, Seorang Pengusaha Memukuli Warga Miskin di Palembang
Salah satu peserta aksi yang merupakan Staf Kajian dan Pengelolaan Pengetahuan WALHI Jawa Tengah, Bagas Kurniawan, dalam orasinya mengatakan aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia.
“Isu yang kami angkat adalah konflik di wilayah pesisir dan pegunungan. Hingga saat ini negara dinilai belum memberikan perlindungan yang memadai kepada nelayan maupun petani yang terdampak,” ujar Bagas dalam orasinya
Menurutnya, berbagai kebijakan pembangunan, termasuk sejumlah proyek berskala besar, dinilai berpotensi menimbulkan tekanan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Bagas menambahkan, warga dari berbagai daerah yang hadir dalam aksi tersebut memiliki persoalan lingkungan yang berbeda, namun memiliki tuntutan yang sama, yakni perlindungan terhadap ruang hidup dan sumber penghidupan mereka.
Para peserta aksi berharap penyampaian mereka pada aksi ini bisa diakomodir dan ditindak lanjuti baik oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku pimpinan tertinggi di wilayah Jawa Tengah juga oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Viral Ortu Sujud di Depan Baliho Gubernur , karena Tak Mampu Bayar Pengobatan Anak
Aksi yang berlangsung damai ini juga mendapat penjagaan dari aparat keamanan setempat.**"
Artikel Terkait
Persiapkan Angkutan Lebaran, Daop 4 Semarang Laksanakan Rampcheck Kereta Api
KAI Daop 4 Semarang Siapkan Lebih dari Setengah Juta Tempat Duduk selama Angkutan Lebaran
Viral Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Pemilik Mengaku Sudah Ikhlas: Mungkin Ini Musibah Bagi Saya
Mantan Walikota Semarang Ajukan PK ke Mahkamah Agung
BEM FKM Undip Gelar Sosialisasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia di SMK 11 Semarang
Oknum Polisi Berpangkat AKBP di Vonis 6 Tahun, Terkait Kematian Dosen di Hotel Semarang