Saat Pembangunan Huntara Dikebut Pemerintah, Warga Aceh Tamiang Ini Memilih untuk Mendahulukan Penyintas Lain yang Terisolir

Photo Author
Hidayatulloh., Jurnalis Network
- Kamis, 8 Januari 2026 | 09:50 WIB
Relawan Fahri Ibrochim membagikan kisah inspiratif salah satu warga Aceh Tamiang. (Instagram/fahriibrochim)
Relawan Fahri Ibrochim membagikan kisah inspiratif salah satu warga Aceh Tamiang. (Instagram/fahriibrochim)

“‘Kami lebih mendahulukan saudara kami di titik lain yang mereka juga parah.’ Kemudian saya penasaran, saya tanya, ‘Ibu kan rumah hancur, harta benda hilang, kampung ini semua hancur. Maksudnya lebih parah apa?’” imbuhnya.

Menurut pengakuan Fahri, warga tersebut mengatakan bahwa penyintas lain akses jalan terputus, sehingga bantuan pun masih sulit untuk didapatkan.

“‘Jadi, mereka lebih berhak mendapatkanya lebih dulu daripada kami. Sedangkan kami yang hancur hanya rumah, yang hilang harta, akses kami masih bisa dikunjungi relawan,’” ucapnya menirukan perkataan warga tersebut.

“Itu membuat saya terkejut, ternyata saudara-saudara kita di Aceh Tamiang ini walaupun mereka kena musibah yang sama, rumah mereka hilang, harta hilang, mereka sesama korban banjir, mereka menganggap yang dirasakan masih ada orang yang membutuhkan,” tuturnya.

Baca Juga: Meski jadi Korban Banjir, Warga Aceh Ini Tetap Tunjukkan Solidaritas untuk Gaza: Kami Lebih Sedih Lihat Sana

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Proses pembangunan huntara dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan tengah dikebut agar bisa cepat selesai.

Target Kementerian PU, progres pembangunan huntara telah mencapai sekitar 75 persen dan sebanyak 7 blok selesai pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Pembangunan huntara direncanakan terdiri atas 7 blok bangunan modular dengan kapasitas masing-masing blok 12 kepala keluarga (KK) di Gampong Bundar, Aceh Tamiang.

Satu blok dari 7 blok tersebut masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material karena posisinya berada di bagian depan lokasi dan berbatasan langsung dengan jalan.

Secara keseluruhan, huntara Aceh Tamiang dirancang untuk menampung sekitar 84 KK atau sekitar 336 jiwa dalam satu lokasi.***

Halaman:

Editor: Hidayatulloh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X