“‘Kami lebih mendahulukan saudara kami di titik lain yang mereka juga parah.’ Kemudian saya penasaran, saya tanya, ‘Ibu kan rumah hancur, harta benda hilang, kampung ini semua hancur. Maksudnya lebih parah apa?’” imbuhnya.
Menurut pengakuan Fahri, warga tersebut mengatakan bahwa penyintas lain akses jalan terputus, sehingga bantuan pun masih sulit untuk didapatkan.
“‘Jadi, mereka lebih berhak mendapatkanya lebih dulu daripada kami. Sedangkan kami yang hancur hanya rumah, yang hilang harta, akses kami masih bisa dikunjungi relawan,’” ucapnya menirukan perkataan warga tersebut.
“Itu membuat saya terkejut, ternyata saudara-saudara kita di Aceh Tamiang ini walaupun mereka kena musibah yang sama, rumah mereka hilang, harta hilang, mereka sesama korban banjir, mereka menganggap yang dirasakan masih ada orang yang membutuhkan,” tuturnya.
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
Proses pembangunan huntara dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan tengah dikebut agar bisa cepat selesai.
Target Kementerian PU, progres pembangunan huntara telah mencapai sekitar 75 persen dan sebanyak 7 blok selesai pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Pembangunan huntara direncanakan terdiri atas 7 blok bangunan modular dengan kapasitas masing-masing blok 12 kepala keluarga (KK) di Gampong Bundar, Aceh Tamiang.
Satu blok dari 7 blok tersebut masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material karena posisinya berada di bagian depan lokasi dan berbatasan langsung dengan jalan.
Secara keseluruhan, huntara Aceh Tamiang dirancang untuk menampung sekitar 84 KK atau sekitar 336 jiwa dalam satu lokasi.***
Artikel Terkait
Anak-Anak Aceh ‘Paksa’ Relawan Makan Roti Bareng, Warganet: Mereka Ingat untuk Berbagi
- Momen Haru Bocah Aceh Tamiang Hampiri Posko Bantuan: Pampers untuk Adik Kami, Ukuran L
Meski jadi Korban Banjir, Warga Aceh Ini Tetap Tunjukkan Solidaritas untuk Gaza: Kami Lebih Sedih Lihat Sana
Semringahnya Warga Aceh Tamiang Ini Mendapat Bantuan Pakan Kucing untuk Anabulnya, Netizen: Bapaknya Bahagia Banget