JurnalisNetwork-ACEH-Banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera pada akhir November 2025 lalu berdampak di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak paling parah bencana banjir dan tanah longsor tersebut.
Bantuan terus datang, mulai dari logistik, sandang, hingga hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak.
Menjadi salah satu daerah terparah, menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sekitar 178.479 unit rumah warga mengalami kerusakan.
Meski begitu, muncul kisah inspiratif yang dibagikan oleh konten kreator sekaligus relawan, Fahri Ibrochim tentang penyintas banjir di Aceh Tamiang.
Merelakan Antrean Huntara Demi Penyintas Lain
Melalui unggahan video di akun Instagramnya, @fahriibrochim, menceritakan kisah seorang warga dari kampung Suka Jadi, Aceh Tamiang.
Ia mengatakan bahwa warga tersebut merelakan antrean tunggu huntara untuk penyintas lain.
“Ada satu ibu-ibu yang saya tanya, ‘Bu, apakah sudah terdaftar dalam orang yang akan mendapatkan rumah sementara atau huntara yang kemarin diresmikan oleh Bapak Presiden?’ kemudian, ibu itu menjawab, ‘Sudah, kami sudah dapat,’” ucap Fahri, dikutip dalam video yang dikutip pada Rabu, 7 Januari 2026.
Fahri melanjutkan bahwa warga tersebut berada di nomor 700 ketika suaminya mendaftar.
Sebut Ada Penyintas yang Kondisinya Lebih Parah
Ia melanjutkan bahwa menurut keterangan warga tersebut, masih banyak korban atau penyintas yang kondisinya lebih parah darinya.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi Danantara Bangun 600 Rumah Sementara untuk Warga Aceh Tamiang
Artikel Terkait
Anak-Anak Aceh ‘Paksa’ Relawan Makan Roti Bareng, Warganet: Mereka Ingat untuk Berbagi
- Momen Haru Bocah Aceh Tamiang Hampiri Posko Bantuan: Pampers untuk Adik Kami, Ukuran L
Meski jadi Korban Banjir, Warga Aceh Ini Tetap Tunjukkan Solidaritas untuk Gaza: Kami Lebih Sedih Lihat Sana
Semringahnya Warga Aceh Tamiang Ini Mendapat Bantuan Pakan Kucing untuk Anabulnya, Netizen: Bapaknya Bahagia Banget