Terkhusus, setelah Iran merilis video yang diklaim menunjukkan pasukan militernya yang menyita 2 kapal kargo 'MSC' di Selat Hormuz.
Rekaman tersebut disiarkan media pemerintah Iran hanya beberapa jam setelah perpanjangan gencatan senjata diumumkan.
Baca Juga: Viral Dugaan Aksi Nekat Pemuda 24 Tahun Panjat Tower Gegara Putus Cinta, Berujung Evakuasi Dramatis
Naiki Lambung Kapal Pakai Tangga
Dalam video yang beredar, pasukan bertopeng itu tampak mendekati kapal kontainer bertanda MSC sebelum menaiki lambung kapal menggunakan tangga.
Aksi serupa juga terlihat saat mereka mendekati kapal lain dan memasuki bagian dalamnya.
2 kapal kargo itu diketahui berbendera Panama dan Liberia, dan kini disita karena diduga beroperasi tanpa izin serta memanipulasi sistem navigasi.
AS Soroti sebagai Aksi Perampokan
Di lain pihak, terdapat laporan otoritas maritim Inggris yang menyebut kapal mengalami kerusakan setelah pasukan Iran melepaskan tembakan dan melempar granat dari kapal cepat.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Demo Anarkis, Polres Tegal Kota Gelar Simulasi
Hal tersebut sontak menuai reaksi AS yang menilai insiden ini tidak melanggar gencatan senjata.
“Ini bukan kapal AS atau Israel, melainkan kapal internasional,” ujar juru bicara Karoline Leavitt dikutip dari NY Post dalam artikel yang sama.
Karoline Leavitt juga menyebut, tindakan yang dilakukan pasukan Garda Revolusi Iran sebagai aksi perampokan.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pasukan AS mengambil alih kapal berbendera Iran di kawasan yang sama.*