Viral Pasukan Bertopeng yang Diduga dari Militer Iran Geruduk 2 Kapal Kargo di Selat Hormuz, AS Sebut Itu Perompak

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB
Menyoroti skandal penyitaan 2 kapal kargo di perairan Selat Hormuz oleh pasukan bertopeng. (X.com/@mog_russEN)
Menyoroti skandal penyitaan 2 kapal kargo di perairan Selat Hormuz oleh pasukan bertopeng. (X.com/@mog_russEN)

JurnalisNetwork-SELAT HORMUZ-Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti skandal dugaan penyitaan terhadap 2 vessel atau kapal kargo berukuran besar di perairan Selat Hormuz, pada Kamis, 23 April 2026.

Dalam unggahan akun X, @mog_ressEN pada hari yang sama, terlihat perahu kecil mendekati kapal kargo yang berisi pasukan bertopeng dengan perlengkapan senjata lengkap menaiki vessel bertuliskan 'MSC'.

Muncul dugaan, pasukan bertopeng itu berasal dari Komando Militer Iran sebab juga disiarkan pada televisi nasional di Iran.

"Komando Militer Iran merilis rekaman pasukan mereka yang menaiki dan merebut dua kapal MSC di dekat Selat Hormuz hari ini," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Di sisi lain, muncul pernyataan dari pihak pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang berkonflik dengan Iran.

Gedung Putih menyebut pasukan tersebut sebagai perompak alias pencuri di perairan Selat Hormuz.

Baca Juga: Viral Balita Asal Lombok yang Ditemukan di Atap Rumah Warga, Untungnya Ada Buruh Proyek Dapur MBG Sigap Bawa Tangga

Hal itu, sontak memicu perdebatan bagi sebagian publik di media sosial.

Terlebih, muncul pertanyaan ihwal penggerudukan pada kapal besar di Selat Hormuz itu merupakan tindak tegas Militer Iran atau justru menjadi propaganda AS dalam upaya negosiasinya usai gencatan senjata.

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kasus penggerudukan kapal kargo pada jalur perdagangan strategis di Asia tersebut? Berikut fakta terkini di antaranya.

2 Kapal 'MSC' Digeruduk

Berdasarkan laporan NY Post, pada Kamis, 23 April 2026, terdapat 2 kapal yang digeruduk dalam insiden itu, yakni MSC Francesca dan Epaminondas.

"MSC Francesca dan Epaminondas dilaporkan melanggar aturan maritim di perairan strategis tersebut," demikian tertulis dalam laporan NY Post.

Hal tersebut sontak memicu ketegangan di Timur Tengah yang kembali meningkat.

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X