Dalam insiden ini, pelaku diduga mendatangi langsung toko terkait lantaran HP yang dibelinya tak kunjung dikirimkan.
Terlebih, wanita tersebut mengaku telah mengirimkan uang sebesar Rp10 juta, hingga akhirnya merasa tertipu.
Poltak menjelaskan, kedatangan pelaku ke toko untuk meminta uangnya dikembalikan, sambil mengancam pakai parang karena merasa tidak menemukan titik terang.
Baca Juga: Pelari Ramaikan Tegal City Run 2026
"Karena merasa kesal handphone yang sudah dipesan tidak kunjung datang, tidak dikirim oleh pihak toko hp ke pelaku," terang Poltak.
"Pelaku datang ke toko untuk meminta balik uang yang telah dikirimnya dan langsung melakukan pengancaman," tambahnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian setempat ihwal penyebab pasti kasus penyanderaan di toko HP wilayah Medan tersebut.***