JurnlalisNetwork-PEMALANG_— Pemerintah bersama otoritas vulkanologi resmi memperluas radius pembatasan aktivitas warga di sekitar Gunung Slamet menjadi 3 kilometer dari kawah puncak. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Data terakhir yang dirilis Dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet , Desa Gambuhan ,Pemalang mencatat bahwa peningkatan aktivitas ditandai dengan intensitas gempa tremor yang terus terjadi serta adanya kenaikan aktivitas hembusan gas dari kawah.
Asap kawah Tebal juga teramati dengan intesitas tebal dan tinggi 100-200 m diatas puncak.Sementara gempa tektonik tercatat 12,8 detik dan durasi 43 detik. Dengan gempa tremor terekam dengan amplitude 0,5 mm.
Baca Juga: Gempa Tremor Masih Terus Terjadi di Gunung Slamet
“Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas Gunung Slamet menunjukkan peningkatan yang signifikan. Untuk itu, radius aman yang sebelumnya 2 kilometer kini diperluas menjadi 3 kilometer dari puncak,” ujar petugas PGA desa Gambuhan,, Senin (6/4).
Dengan adanya perluasan tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam radius 3 kilometer, termasuk kegiatan pendakian, pertanian, maupun wisata. Warga yang bermukim di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi.
Selain gempa tremor, petugas juga mencatat adanya peningkatan tinggi kolom asap yang mencapai ratusan meter di atas puncak. Pada waktu tertentu, terdengar suara gemuruh yang mengindikasikan adanya tekanan dari dalam tubuh gunung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak telah melakukan langkah antisipasi, mulai dari sosialisasi kepada warga hingga menyiapkan jalur evakuasi dan titik pengungsian. Aparat gabungan juga disiagakan untuk membantu proses evakuasi apabila kondisi memburuk.
Baca Juga: Aktifitas Vulkanik Naik, Jalur pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah Ditutup sementara
Sementara itu, sejumlah jalur pendakian resmi Gunung Slamet ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman. Wisatawan dan pendaki diminta untuk tidak memaksakan diri mendekati kawasan gunung demi keselamatan bersama.
Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Slamet masih berada pada Level II (Waspada). Pemantauan intensif terus dilakukan oleh petugas guna mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik selanjutnya.****