Gempa Tremor Masih Terus Terjadi di Gunung Slamet

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Senin, 6 April 2026 | 19:22 WIB
pemandanagan gunung slamet pagi hari
pemandanagan gunung slamet pagi hari

JurnalisNetwork-PEMALANG Aktivitas Gunung Slamet di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Pemalang, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini ditandai dengan terus terjadinya gempa tremor yang terekam oleh alat pemantau kegempaan.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, gempa tremor terekam dengan intensitas yang fluktuatif, namun cenderung meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tremor tersebut mengindikasikan adanya pergerakan fluida magma di dalam tubuh gunung.

Petugas PGA Gunung Slamet menyampaikan bahwa hingga saat ini status gunung masih berada pada Level II atau Waspada. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas vulkanik.

Baca Juga: Polda Jateng Tangkap Pengoplos Gas Subsidi di Karanganyar

Berdasarkan pengamatan instrumental terbaru, terekam adanya rentetan gempa hembusan serta tremor menerus dengan amplitudo yang bervariasi setiap harinya.

Fenomena ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau gas magmatik yang menekan dari bawah permukaan kawah utama.

“Gempa tremor yang terjadi menunjukkan adanya dinamika di dalam gunung. Kami terus memantau perkembangan aktivitas secara intensif selama 24 jam,” ujar salah satu petugas pengamatan.

Selain tremor, aktivitas lain seperti hembusan gas dan asap kawah juga terpantau meningkat, dengan ketinggian kolom asap bervariasi antara 50 hingga 200 meter dari puncak. Pada waktu tertentu, suara gemuruh lemah juga terdengar dari sekitar kawah.

Baca Juga: Aktifitas Vulkanik Naik, Jalur pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah Ditutup sementara

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, termasuk menyiapkan jalur evakuasi dan tempat pengungsian.

Hingga kini, belum ada laporan dampak signifikan yang dirasakan masyarakat akibat aktivitas tremor tersebut. Namun, warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.***

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Sedekah Bumi, di Kaligangsa Kota Tegal

Minggu, 5 Juli 2026 | 16:02 WIB

Polres Tegal Kota Nobar Piala Dunia Bareng Warga

Minggu, 14 Juni 2026 | 17:14 WIB
X