"Saat hujan deras turun, ditambah adanya aliran air, meskipun kecil, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol," jelas Herman.
Herman menilai, kondisi tersebut diduga memicu banjir bandang yang disertai longsor, meski penyebab pastinya masih memerlukan kajian lebih lanjut dari para ahli.
"Ini dugaan sementara berdasarkan kondisi lapangan. Tentu nanti akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim ahli," tambahnya.
Kondisi Medan yang Curam dan Licin
Secara terpisah, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menuturkan material longsor menutup hampir seluruh area permukiman, menyulitkan proses evakuasi dan pencarian korban.
Kondisi medan yang curam dan licin menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat di lapangan.
Asep menyebutkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, serta relawan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban.
"Tim SAR terus bekerja di lapangan untuk mencari korban yang belum ditemukan," kata Asep di lokasi kejadian, Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
"Mudah-mudahan seluruh korban bisa segera dievakuasi," tambahnya.
Untuk penanganan warga terdampak, pemerintah daerah menyiapkan lokasi penampungan sementara di wilayah Desa Pasirlangu.
Di sisi lain, warga yang rumahnya terdampak longsor dievakuasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
"Warga yang mengungsi akan dialihkan ke tempat penampungan sementara," terang Asep.
"Saya bersama Camat Cisarua sudah mengecek langsung kesiapan lokasi tersebut," sambungnya.
Hingga kini, BPBD Jabar dan Bandung Barat masih melakukan pendataan korban di lapangan bersama petugas setempat.***