Longsor di Cisarua Bandung Barat, Diperkirakan 20 Rumah Warga Tertimpa Reruntuhan Tanah

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:45 WIB
Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)
Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

JurnalisNetwork-BANDUNG-Berdasarkan data sementara, terdapat puluhan rumah yang terdampak akibat material longsor.

Dalam unggahan akun Instagram @infojawabarat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, terlihat kondisi pascabencana longsor di lokasi kejadian.

Baca Juga: Korban Meninggal Longsor Cisarua Bertambah Menjadi 9 0rang

"Diperkirakan 20 lebih rumah warga terdampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat," demikian laporan dalam postingan itu.

Berdasarkan penelusuran, longsor tersebut memang telah berdampak langsung pada sedikitnya 20 rumah warga di Kampung Babakan RT 05 RW 11.

Dari jumlah itu, hanya 1 rumah yang dilaporkan masih berdiri utuh, sementara sisanya tertutup material tanah dan bebatuan dari lereng gunung di sekitar permukiman.

Baca Juga: Viral, Banjir di Pemalang Selatan Bawa Material Kayu Gelondongan

Korban Bencana Longsor di Cisarua

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkapkan dari total 113 warga yang terdampak, 23 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke tenda darurat.

"Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan," ungkap Herman di lokasi kejadian, Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Sementara itu, terdapat 8 orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 82 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

"Kemudian ada 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian," ucap Herman.

Dugaan Alih Fungsi Lahan

Herman menuturkan, hasil pengamatan awal di lapangan menunjukkan adanya dugaan alih fungsi lahan dari kawasan hutan atau kebun dengan tanaman keras menjadi kebun sayuran atau palawija.

"Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras, tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija," tuturnya.

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X