Pengiriman Tenaga Medis yang Sesuai Kebutuhan
Dokter Daeng juga menyatakan bahwa tim medis yang dikirim ke lokasi terdampak harus memiliki spesialisasi sesuai dengan kebencanaan.
“Pengiriman dokter itu harus tepat, karena masing-masing bencana itu berbeda prioritasnya. Jadi, banjir itu harus dokter yang tepat dengan situasi banjir,” ungkapnya.
“Beda dengan situasi misalnya untuk COVID-19, beda untuk gempa, dan lainnya,” tambahnya.
Mengenai kabar bahwa dokter yang banyak dikirim ke Sumatera adalah dokter ortopedi dan dokter bedah, ia mengatakan bahwa mungkin diperlukan tapi untuk bencana gempa yang berbeda dengan banjir.
“Lini pertama itu (dokter) penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bencana banjir. Banjir itu air, misalnya terhirup ke paru-paru, termakan ke saluran cerna, kena mata jadi penyakit mata, kena kulit jadi penyakit kulit,” ucap dokter Daeng lagi.
“Jadi, lini pertama dokter itu berbeda. Jadi, yang harus dikirim itu misalnya penyakit dalam, penyakit paru, kemudian dokter mata, dokter kulit,” tukasnya.
Puskesmas di Lokasi Terdampak Banjir Sumatera Siap Beroperasi
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa 300 Puskesmas yang terdampak banjir di Sumatera akan segera beroperasi normal dalam waktu dekat.
Pemulihan infrastruktur untuk Puskesmas dan rumah sakit menjadi prioritas perbaikan.
Tak hanya perbaikan pada bangunan, Menkes juga menyatakan akan mengirim peralatan kesehatan agar pelayanan medis kepada warga terdampak bisa lebih optimal.
*