Ketum PB IDI 2018-2021 Soroti Pelayanan Kesehatan dalam Penanganan Banjir Sumatera, Ingatkan Pentingnya Ketersediaan Air di Lokasi

Photo Author
Hidayatulloh., Jurnalis Network
- Jumat, 26 Desember 2025 | 14:39 WIB
Ketua Umum PB IDI periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih buka suara soal penanganan kesehatan banjir Sumatera. (YouTube/ForumKeadilanTV)
Ketua Umum PB IDI periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih buka suara soal penanganan kesehatan banjir Sumatera. (YouTube/ForumKeadilanTV)

Jurnalisnetwork - Pelayanan kesehatan menjadi salah satu hal vital yang harus diperhatikan dalam upaya penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Penanganan kesehatan dalam kondisi bencana saat ini, mendapat sorotan dari Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih.

Dokter Daeng menyatakan bahwa prioritas dalam penanganan situasi bencana adalah menolong korban yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga: Sisa Banjir Kedua di Agam Sumatera Barat, Bongkahan Batu dan Puing Kayu Banyak Berserakan

Banjir bandang dan tanah longsor yang memutus akses jalan di sejumlah wilayah, memang membuat warga menjadi terisolir.

“Itu harus diyakinkan tempat-tempat itu mendapat pertolongan yang memang dibutuhkan, berkaitan dengan kesehatan, baik itu tenaga maupun obat-obatan,” ucap dokter Daeng dalam siaran podcast yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis, 25 Desember 2025.

Pentingnya Ketersediaan Air, Makanan, dan Obat-obatan

Dalam situasi bencana, ketersediaan air dan obat-obatan, menurut dokter Daeng menjadi hal penting yang harus dipenuhi dalam penanganan di situasi darurat.

Baca Juga: Maling Gasak Aki Alat Berat, Warga Lapau Munggu Kota Padang Gotong Royong Perkuat Tanggul Secara Manual

“Ketersediaan air dan makanan ini penting banget. Kalau tidak tersedia, maka mungkin timbul komplikasi penyakit yang lain. Itu yang dikhawatirkan,” lanjutnya.

“Jadi, mestinya cepet ditolong, cepet sembuh, kalau itu tidak cepat misalnya kekurangan air, makanan, obat, dan tenaga, nanti akan timbul penyakit lain yang memperparah kondisi di pengungsian,” paparnya.

Mengenai kebijakan dari Menteri Kesehatan (Menkes), ia menyebut bahwa penanganan seharusnya bisa dilakukan lebih cepat.

“Masih banyak posko-posko yang harus dihidupkan, karena situasi banjir itu banyak penyakit yang mesti cepet ditolong di posko tanpa dirujuk ke rumah sakit,” sambungnya.

“Apakah posko di tempat pengungsian maupun pelayanan yang deket pengungsian seperti Puskesmas. Bukan fisiknya, tapi pelayanannya,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Hidayatulloh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X