JurnalisNetwork-Jogja-Mantan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengingatkan ancaman banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Jawa hingga papua , setelah banjir di Sumatera.
Dwikorita yang juga merupakan Guru Besar Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana UGM ,mengatakan BMKG sudah memprediksi terjadinya siklon-siklon tropis, terutama di belahan bumi selatan atau di selatan ekuator pada Desember 2025 hingga April 2026.
Baca Juga: Raja Juli DIsemprot Titiek Soeharto usai Tayangan Truk Pengangkut Kayu Besar Pascabencana
“Bentuk bentang alam seperti perbukitan Barisan, yaitu curam langsung datar, itu ada juga di wilayah Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua. Desember sampai Maret, April, biasanya siklon itu tumbuhnya di belahan bumi selatan, di selatan ekuator,” katanya di UGM, Kamis (4/12/2025).
Menurut Dwikorita selain Sumatera Jawa, Nusa Tenggara. Nusa Tenggara juga harus siaga ,sebab sudah biasa dilewati siklon, dan teknotiknya juga rapuh kondisi geologinya.
"Sulawesi agak jauh, tapi biasanya siklon dari utara, jadi Sulawesi Utara, lalu Papua. Jadi harus ada kesiapsiagaan untuk wilayah lainnya. Tinggal menunggu pemicunya,” ucap Dwikorita.
Baca Juga: UGM Wacanakan Keringan Biaya Kuliah Mahasiswa Daerah Terkena Bencana
Lebih lanjut Dwikorita mengatakan, untuk wilayah DIY, daerah rawan berada di perbukitan Menoreh dan pegunungan selatan di Gunungkidul. Menurut dia, kerawanan di DIY berupa tanah longsor. Hal itu karena bukit-bukit di daerah tersebut terpotong-potong oleh patahan dan kekar.
Namun bentang alam di dua wilayah tersebut agak berbeda dengan perbukitan Barisan. Bentang alam di Menoreh dan Gunungkidul kurang curam, sehingga kipas-kipas aluvialnya relatif tidak intensif seperti di Sumatra.
Maka dari itu, mantan rektor UGM tersebut menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Sebab, memasuki Desember - April biasanya siklon tumbuh dibelahan bumi selatan atau selatan equator.
Pihak BMKG DIY selalu memberikan peringatan dini. Selain radar, BMKG juga memiliki matematical model untuk memprediksi perkembangan informasi cuaca tiga hari ke depan.***