10 Ribu Pengemudi Diklaim Perlu Dibina
Atas insiden ini, Agus menyoroti perlu adanya sistem traffic attitude record untuk memantau perilaku pengemudi secara terintegrasi.
Agus mengakui pihaknya telah menawarkan program pelatihan ulang bagi puluhan ribu pengemudi taksi Green SM melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC).
"Dari sekitar 10 ribu pengemudi, perlu ada kontrol dan pembinaan. Bisa dilatih kembali agar lebih disiplin dan patuh," tegas Agus.
Green SM Akui Terkendala Pelatihan
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Taksi Green SM, Denny Gunawan mengakui pihaknya masih mempunyai sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pembinaan pengemudi.
Dalam hal ini, Denny menyebut pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan ulang untuk membangun budaya keselamatan.
"Kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran," ujar Denny.
Green SM menuturkan, pihaknya juga akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, termasuk saat pengembangan jumlah armada.
Baca Juga: Siswa Kelas 1 SD Tewas Tenggelam Saat ikuti Pelajaran Extrakulikuler
Di samping itu, Denny menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab usai taksinya diduga jadi salah satu penyebab insiden kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan," tandasnya.*
Artikel Terkait
Pembayaran Pajak Motor Tanpa KTP Pemilik Lama Mulai Diberlakukan di Jateng
Ratusan Pelajar Kota Tegal Adu Strategi di Turnamen Jakwir Siteko E-Sport Championsip
Viral Pengakuan Ibu yang Titipkan Anaknya di Daycare Little Aresha, Temukan Luka Memar di Bagian Lengan
Viral Pria Madiun Diduga Lompat dari Lantai 20 Hotel di Surabaya, Polisi Kini Dalami Motifnya
Viral Seorang Pria Ketahuan Ngumpet di Bawah Peron Stasiun Kebayoran, Diduga Pelaku Pelecehan Intip Rok dan Rekam Diam-diam Penumpang