Saat itulah MY langsung lompat ke Sungai Cisadane yang ada di bawah jembatan.
Baca Juga: Puluhan Barang Penumpang Senilai 189 Jutaan Selama Diamankan di Stasiun Tegal
Bantah Dugaan Bullying di Sekolah
Melalui pernyataan yang sama, pihak sekolah membantah adanya dugaan MY sebagai korban bullying.
“Berdasarkan catatan riwayat akademik dan perilaku, MY dikenal sebagai siswa yang baik dan tidak pernah mengalami perundungan (bullying), baik secara verbal maupun fisik di lingkungan sekolah,” lanjutnya.
Pihak sekolah lantas menegaskan bahwa penyebab insiden melompatnya MY ke Sungai Cisadane tidak berkaitan dengan persoalan di sekolah.
Sementara itu, proses pencarian terus dilakukan tim SAR gabungan dengan menyisir aliran Sungai Cisadane.
Baca Juga: 192 Peserta Ikuti Pesta Siaga Kwarcab Kota Tegal Tahun 2026
Menilik unggahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, penyisiran dilakukan dengan perahu karet di kawasan Sungai Cisadane.
Pencarian juga dilakukan dengan mengerahkan drone thermal dan bergantung pada kondisi cuaca yang berpengaruh pada derasnya arus sungai.
*
Artikel Terkait
Kondisi Desa Penakir di Lereng Gunung Slamet, Kiriman Banjir dari Hulu Sebabkan Jembatan Putus dan Batu
Polres dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial dan Trauma Healing untuk Warga Terdampak Banjir di Pulosari
Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung 26 January 2026
Jembatan Gantung Cisurupan Garut Hadir, Pelajar Tak Lagi Bolos Sekolah karena Terhadang Banjir
Cerita Warga Aceh Timur, Kegiatan Mengaji Anak-anak Terhenti Usai Banjir Menerjang