"Terputus. Titik banjir ada di Cigading, Ciwandan. Tidak bisa dilewati kendaraan," kata Lutfi Mujahidin dalam keterangan resminya di Cilegon, Banten, pada Jumat, 2 Januari 2026.
Rawan Banjir saat Hujan Deras
Menurut Lutfi, JLS Cilegon menjadi ruas jalan yang rawan banjir saat hujan deras atau hujan berlangsung seharian.
Kondisi ini disebabkan oleh drainase yang kecil dan tersumbat pada kawasan tersebut.
"Kalau kasus Ciwandan ini, kalau hujan seharian atau semalaman pasti banjir karena drainasenya kecil dan tersumbat," terang Lutfi.
Dugaan Pabrik Tutup Jalur Pembuangan Air
Dalam kesempatan yang sama, Lutfi menduga aliran air tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai.
Menurutnya, banyak pabrik di Cilegon yang menutup jalur pembuangan air menuju laut.
"Dulu pembuangan air ke laut. Sekarang karena banyak pabrik," ungkap Lutfi.
"Jalur pembuangan air hujan tidak ada. Jalur pembuangan ke laut sudah ditutup," tandasnya.***
Artikel Terkait
Akses Putus Sejak Banjir Bandang, Momen Truk Pertama Mengangkut Bantuan Logistik Melintasi Tenge Besi Menuju Takengon
Momen Haru Penyintas di Aceh Tamiang Menolak Mengambil Banyak Bantuan Logistik: Korban Banjir Bukan Kami Sendiri
Hanyut Bersama Banjir: Kisah Nenek di Aceh Tamiang yang Gagal Umrah Usai Tabungannya Raib
Isak Tangis Warga Pulau Tiga Pecah Saat Relawan Pertama Tiba Usai Banjir: Terima Kasih Sudah Nengok Kami
Hanya Berjarak 2 Meter dari Bibi Sungai, Cara Unik Warga Desa Sekumur Hasilkan Air Bersih Pasca-Banjir