“Buat yang belum tahu, kegiatan menyambut warga yang sedang merayakan hari raya merupakan kegiatan rutin di sana,” tulis akun @dims_aps.
“Tidak hanya momen Natal saja, namun ketika momen hari raya Waisak dan Idul Fitri, warga masyarakat yang berbeda keyakinan tetap menyambut dengan suka cita. Jadi, bagi kami tidak ada istilah ‘toleransi kebablasan,’” lanjutnya.
Tradisi tersebut, menurutnya adalah bentuk dari Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan bangsa Indonesia.
Tuai Respons Positif dari Warganet
Unggahan tersebut kini sudah mendapatkan 1,4 juta kali penayangan dengan jumlah likes lebih dari 149 ribu.
Warganet pun membanjiri kolom komentar dengan lebih dari 7 ribu pesan, di antaranya, “Semua berdandan rapi, mereka tahu bagaimana menghargai tuan rumah ataupun tamunya,” tulis akun @s.p**
“Toleransi itu tidak menghina atau mengikuti, toleransi adalah sikap menghargai dan menerima perbedaan,” tulis akun @rzk**
“Masya Allah, damai seneng kalau lihatnya seperti ini,” tullis akun @dod**
*
Artikel Terkait
Momen Haru Penyintas di Aceh Tamiang Menolak Mengambil Banyak Bantuan Logistik: Korban Banjir Bukan Kami Sendiri
Hanyut Bersama Banjir: Kisah Nenek di Aceh Tamiang yang Gagal Umrah Usai Tabungannya Raib
Isak Tangis Warga Pulau Tiga Pecah Saat Relawan Pertama Tiba Usai Banjir: Terima Kasih Sudah Nengok Kami
Miris, Warga Aceh Tamiang Terpaksa Konsumsi Air Menghijau di Bekas Kilang Sawit Selama 15 Hari