"Enggak ada (sakit perut), pertolongan Tuhan tentunya," pungkasnya.
Kisah dari bekas pabrik kelapa sawit ini menjadi alarm keras bagi pihak terkait mengenai urgensi pendistribusian air bersih di Aceh Tamiang.
Keberanian warga mengonsumsi air yang sudah menghijau adalah bukti nyata bahwa rasa haus dan kebutuhan dasar telah mengalahkan rasa takut mereka akan ancaman penyakit.***
Artikel Terkait
Tolak Terisolasi, Warga Rusip Antara Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat dari Kayu Tanpa Alat Berat
Momen Haru Penyintas di Aceh Tamiang Menolak Mengambil Banyak Bantuan Logistik: Korban Banjir Bukan Kami Sendiri
Hanyut Bersama Banjir: Kisah Nenek di Aceh Tamiang yang Gagal Umrah Usai Tabungannya Raib