Di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian, ingatan mereka masih tertuju pada rumah yang hilang, meninggalkan tanda tanya besar tentang di mana mereka akan bernaung setelah masa tanggap darurat berakhir.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling rentan kehilangan rasa aman saat bencana melanda, kehilangan dunianya yang selama ini mereka kenal sebagai rumah.*
Artikel Terkait
- Momen Haru Pertemuan Ibu dan Anak di Penjara: Mau Ketemu Mama
Anak-Anak Aceh ‘Paksa’ Relawan Makan Roti Bareng, Warganet: Mereka Ingat untuk Berbagi
Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Tiket Film Timur untuk Korban Bencana di Sumatera
- Momen Haru Bocah Aceh Tamiang Hampiri Posko Bantuan: Pampers untuk Adik Kami, Ukuran L
Anaknya, Terlepas dari Pelukan sang Ibu saat Air dan Kayu Gelondongan Menghantam Rumah