Rumah Hancur dan Selalu Ingat Kenangan dengan Anaknya
Jenazah Mumtaz sudah ditemukan pascabanjir, tapi kondisi wajahnya sudah berubah.
Akibat banjir tersebut, rumahnya hancur dan potongan kayu beragam ukuran berserakan di depan rumah yang dulu ditinggali.
“Biasa waktu pulang kerja, selalu minta jalan-jalan dulu. Jadi, selama pulang ini selalu teringat Mumtaz,” tuturnya.
Sementara itu, Desa Garoga menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah banjir dan longsor.
Baca Juga: Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Tiket Film Timur untuk Korban Bencana di Sumatera
Pembersihan batang kayu di Garoga pun menjadi prioritas pemerintah saat ini.
Ada 3 hal yang tengah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, yakni membersihkan bagian hilir, pemantauan titik longsor di hulu, dan peringatan dini kepada masyarakat soal potensi banjir susulan disertai kayu.
Pemerintah Daerah juga tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap kepada korban banjir dan longsor, termasuk untuk warga di Garoga.
Pembangunan rumah tersebut, menurut Pemda ditargetkan akan rampung pada awal tahun 2026.
Artikel Terkait
Seorang Balita Perempuan Ditemukan Setelah Dinyatakan Hilang
Ribuan Pelari Meriahkan 5K Runnyversary Satu Dekade Grand Dian
Muscab PC IBI Kota Tegal ke-X, Dihadiri Wali Kota Dedy Yon
- Momen Haru Pertemuan Ibu dan Anak di Penjara: Mau Ketemu Mama