Anaknya, Terlepas dari Pelukan sang Ibu saat Air dan Kayu Gelondongan Menghantam Rumah

Photo Author
Hidayatulloh., Jurnalis Network
- Senin, 22 Desember 2025 | 20:23 WIB
Kesaksian warga Desa Garoga, Tapanuli Selatan saat banjir datang dan menyeret anaknya. ( Instagram/sibangzul_)
Kesaksian warga Desa Garoga, Tapanuli Selatan saat banjir datang dan menyeret anaknya. ( Instagram/sibangzul_)

Rumah Hancur dan Selalu Ingat Kenangan dengan Anaknya

Jenazah Mumtaz sudah ditemukan pascabanjir, tapi kondisi wajahnya sudah berubah.

Akibat banjir tersebut, rumahnya hancur dan potongan kayu beragam ukuran berserakan di depan rumah yang dulu ditinggali.

“Biasa waktu pulang kerja, selalu minta jalan-jalan dulu. Jadi, selama pulang ini selalu teringat Mumtaz,” tuturnya.

Sementara itu, Desa Garoga menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah banjir dan longsor.

Baca Juga: Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Tiket Film Timur untuk Korban Bencana di Sumatera

Pembersihan batang kayu di Garoga pun menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Ada 3 hal yang tengah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, yakni membersihkan bagian hilir, pemantauan titik longsor di hulu, dan peringatan dini kepada masyarakat soal potensi banjir susulan disertai kayu.

Pemerintah Daerah juga tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap kepada korban banjir dan longsor, termasuk untuk warga di Garoga.

Pembangunan rumah tersebut, menurut Pemda ditargetkan akan rampung pada awal tahun 2026.

Halaman:

Editor: Hidayatulloh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X