Gas LPG Langka Pascabanjir, Warga Takengon Beralih Pakai Kayu yang Hanyut di Sungai

Photo Author
Hidayatulloh., Jurnalis Network
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:48 WIB
Warga di Takengon, Aceh Tengah masih kesulitan mendapatkan gas LPG. (Instagram/masjidnurulashri)
Warga di Takengon, Aceh Tengah masih kesulitan mendapatkan gas LPG. (Instagram/masjidnurulashri)

Baca Juga: Pasangan di Aceh Tamiang Gelar Pernikahan di Tengah Puing Kayu dan Sisa Banjir

Beberapa komentar dari warganet di antaranya seperti, “Kembali ke bahan bakar kayu, di situ akan makin menghargai pohon,” tulis akun @sez***

“Nggak berhenti ini kayu lewat tiap ada air ngalir, bener-bener rusak baian hulunya,” tulis akun @ew****

“Pakai kayu gratis di depan rumah masaknya, karena kondisi begini nggak tau sampai kapan,” tulis akun @jill*****

Distribusi BBM Aceh Tengah Lewat Udara

Sementara itu, untuk saat ini pasokan BBM di Aceh Tengah sudah mulai berjalan dengan menggunakan jalur udara.

Aceh Tengah yang sempat menjadi wilayah terdampak bencana dan terisolasi membuat pasokan BBM, gas LPG, dan lainnya menjadi terhambat.

Bahkan, harga BBM sempat mencapai Rp100 ribu per liter usai distribusi hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki.

Per Jumat, 19 Desember 2025, diketahui bahwa sebagian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Tengah, termasuk Takengon sudah mulai beroperasi.

Halaman:

Editor: Hidayatulloh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X