Sementara itu, jumlah pengungsi juga menunjukkan tren penurunan, meskipun angkanya masih sangat tinggi. Total pengungsi di tiga provinsi kini tercatat sebanyak 884.889 jiwa, turun sekitar 9.600 jiwa dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 894.501 jiwa. Penurunan pengungsi terbesar terpantau di wilayah Aceh Utara seiring dengan surutnya air di beberapa titik.
Fokus Penanganan Lanjutan
BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih menjadi prioritas utama, mengingat masih ada ratusan warga yang belum ditemukan. Selain itu, pemerintah daerah di wilayah terdampak, seperti Sumatera Utara, telah memperpanjang status tanggap darurat untuk memaksimalkan proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik.
Kerusakan infrastruktur juga menjadi perhatian serius, dengan catatan lebih dari 157.000 rumah rusak, serta ribuan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, dan tempat ibadah yang terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi basah terbesar di akhir tahun 2025 ini.
Artikel Terkait
Bupati Aceh Selatan Diskors 3 Bulan
Sulitnya Akses Evakuasi dan Kepanikan Sebabkan Korban Kebakaran Capai 22 Orang
Banjir Aceh: Akses Jalan, Logistik, dan Armada Udara Dimaksimalkan Pemerintah
Ada Bantuan Negara Lain yang Masuk ke Aceh, Menhan Pastikan Indonesia Masih Mampu Atasi Bencana Sumatera Sendiri
Korban Banjir di Aceh Utara Tempuh Jalur Ekstrem demi Dapat Bansos, Rela Berjalan Kaki Puluhan Kilometer