Secara terpisah, Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho sempat menuturkan bibit siklon tropis 91S itu mengakibatkan adanya belokan angin dan konfluensi (pertemuan massa udara) di wilayah Sumut.
Hendro menuturkan, dampak dari kondisi ini yaitu berpotensi menyebabkan adanya curah hujan tinggi di wilayah Sumut.
"Bibit Siklon Tropis 91S juga didukung oleh aktifnya gelombang atmosfer dan MJO di sekitar pusat sirkulasinya," kata Hendro dalam keterangan resminya, pada Senin, 8 Desember 2025.
"Kondisi IOD negatif masih akan berlangsung hingga bulan Desember 2025," imbuhnya.
Di sisi lain, Hendro menyebut suhu muka laut terpantau hangat berkisar 29-30 derajat celsius dan kelembapan udara yang tinggi di semua lapisan atmosfer.***
Artikel Terkait
Tuai Sorotan, Ditengah Musibah Bencana Anggota DPRD Padang Pariaman Justru Kunker Ke Luar Daerah.
Kementerian ESDM Bakal Evaluasi 23 Izin Tambang di 3 Provinsi Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
WALHI : Pemerintah Harus Tagih Reklamasi Pascatambang hingga Tempuh Jalur Hukum.
Menyoal Penanganan Korban Bencana, DPR Dorong Perubahan Pola Penanganan Musibah
Penyidik Bareskrim Telusuri Jejak Kayu Garoga: 27 Sampel Diambil, Dua Jembatan Diperiksa