self-improvement

KEADILAN ALLAH TIDAK HARUS TERLIHAT DI DUNIA, TAPI PASTI AKAN ADIL DI AKHIRAT

Senin, 11 Mei 2026 | 23:41 WIB
Rudi Hartono (RHsp) Tokoh Masyarakat Pemalang

Baca Juga: Kasus “Kyai Cabul”, Negara Diminta HadirBaca Juga: Rakyat Kian Sekarat dan Pejabat Semakin Bejat / Oleh : Yusuf Blegur (AKtifis '88)

3, Penundaan Balasan ( Istidraj ) :

Allah menunda hukuman bagi orang zalim bukan karena lupa atau lalai,
Melainkan sebagai Istidraj _ pembiaran agar mereka bertambah dalam kezaliman sebelum menerima kehancuran total, atau memberi kesempatan untuk bertaubat

4, Akhirat :
Pengadilan Keadilan Absolut

Keadilan didunia bersifat temporer, sementara keadilan akhirat bersifat kekal dan sempurna, Akhirat adalah hari pembalasan ( Yaumul Jaza ) dimana setiap atom kebaikan dan kejahatan akan ditimbang dengan teliti, tanpa sedikit pun penganiayaan

* Keadilan Tertinggi :

Allah menyiapkan akhirat agar setiap kezaliman yang tidak terselesaikan di dunia _ dimana hukum manusia seringkali bisa dibeli _ mendapatkan pengadilan yang sesungguhnya

* Tanggung Jawab
Pribadi :

Di akhirat, setiap individu menghadap Allah, dan bahkan diri manusia sendiri menjadi saksi atas perbuatannya

Kesimpulan:

Sintesis Imam dan keadilan

Maka, jawaban atas kebingungan dunia adalah :
Keadilan Allah tidak tertunda, melainkan sedang menunggu waktu yang tepat.

Ketidakadilan duniawi membuktikan bahwa dunia hanyalah sandiwara semu,
Dan bahwa akhirat adalah realitas yang sesungguhnya, seseorang beriman memandang ketidakadilan bukan dengan putus asa, melainkan dengan keyakinan bahwa Allah akan membalas setiap perilaku zalim dengan balasan yang setimpal ( equal retribution ) di alam baka kekal

Waallahu a'lam bish - shawab

Halaman:

Tags

Terkini

BAHAYANYA MAKELAR KASUS ( MARKUS )

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:12 WIB

Suasana Perayaan Hari Raya Nyepi Di Tegal Kondusif

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB