Baca Juga: Kasus “Kyai Cabul”, Negara Diminta HadirBaca Juga: Rakyat Kian Sekarat dan Pejabat Semakin Bejat / Oleh : Yusuf Blegur (AKtifis '88)
3, Penundaan Balasan ( Istidraj ) :
Allah menunda hukuman bagi orang zalim bukan karena lupa atau lalai,
Melainkan sebagai Istidraj _ pembiaran agar mereka bertambah dalam kezaliman sebelum menerima kehancuran total, atau memberi kesempatan untuk bertaubat
4, Akhirat :
Pengadilan Keadilan Absolut
Keadilan didunia bersifat temporer, sementara keadilan akhirat bersifat kekal dan sempurna, Akhirat adalah hari pembalasan ( Yaumul Jaza ) dimana setiap atom kebaikan dan kejahatan akan ditimbang dengan teliti, tanpa sedikit pun penganiayaan
* Keadilan Tertinggi :
Allah menyiapkan akhirat agar setiap kezaliman yang tidak terselesaikan di dunia _ dimana hukum manusia seringkali bisa dibeli _ mendapatkan pengadilan yang sesungguhnya
* Tanggung Jawab
Pribadi :
Di akhirat, setiap individu menghadap Allah, dan bahkan diri manusia sendiri menjadi saksi atas perbuatannya
Kesimpulan:
Sintesis Imam dan keadilan
Maka, jawaban atas kebingungan dunia adalah :
Keadilan Allah tidak tertunda, melainkan sedang menunggu waktu yang tepat.
Ketidakadilan duniawi membuktikan bahwa dunia hanyalah sandiwara semu,
Dan bahwa akhirat adalah realitas yang sesungguhnya, seseorang beriman memandang ketidakadilan bukan dengan putus asa, melainkan dengan keyakinan bahwa Allah akan membalas setiap perilaku zalim dengan balasan yang setimpal ( equal retribution ) di alam baka kekal
Waallahu a'lam bish - shawab