KEADILAN ALLAH TIDAK HARUS TERLIHAT DI DUNIA, TAPI PASTI AKAN ADIL DI AKHIRAT

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Senin, 11 Mei 2026 | 23:41 WIB
Rudi Hartono (RHsp) Tokoh Masyarakat Pemalang
Rudi Hartono (RHsp) Tokoh Masyarakat Pemalang

KEADILAN ALLAH TIDAK HARUS TERLIHAT DI DUNIA, TAPI PASTI AKAN ADIL DI AKHIRAT 

Oleh : Rudi Hartono 

TOKMAS PEMALANG

Diskursus Teodisi :
Keadilan Tuhan di Tengah Hiruk-pikuk Dunia

Dalam wacana teologi Islam, sifat Allah Al - 'Adl (Maha Adil ) adalah pilar fundamental, namun, jika kita melihat realistis empiris, sering kali terhampar pemandangan yang paradoks :
Orang zalim berjaya, sementara'yang tertindas merana,
Fenomena ini memicu pertanyaan eksistensial yang berakar pada ilmu theodicy _ ilmu yang membela kebaikan Tuhan di tengah adanya kejahatan,
Pertanyaan kritisnya :
"Jika Allah Maha Adil, mengapa Ketidakadilan merajalela di dunia ?"

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pengembangan UMKM

Keadilan Allah yang sesungguhnya tidaklah beroperasi dalam kerangka waktu manusia yang linier dan sempit.

1, Keterbatasan Perspektif Manusia vs Keadilan Mutlak

Manusia seringkali terjebak pada Pandangan positivistik yang dangkal,
Menilai adil hanya dari apa yang terlihat ( phenomena ),
Kita mengukur keadilan dengan hasil instan, Padahal, Menurut Keadilan Allah tidak selalu berupa kesamaan hasil ( equality ), melainkan proporsional ( equity ).

* Dudia sebagai Darul imtihan ( negeri Ujian ) :
Ketidak adilan yang terjadi di dunia adalah bagian dari kontrak kehidupan di mana manusia diuji kesadarannya ( bagi korban ) dan syukur/moralitasnya ( bagi yang berkuasa ).

* Keadilan yang
Tersembunyi :
Seringkali apa yang kita anggap "tidak adil" adalah bentuk kebijaksanaan tertinggi yang belum bisa dicerna oleh nalar manusia yang terbatas

2, Dunia Bukan Tempat Keadilan Sempurna

Secara antologis, dunia bukanlah tempat dimana keadilan sempurna bisa terwujud,
Dunia dirancang sebagai tempat percampuran antara kebaikan dan kejahatan, sebuah Medan pertempuran moral.

Kezaliman sebagai Konsekuensi Free Will :
Allah memberikan kehendak bebas pada manusia, ketidakadilan sering kali terjadi bukan karena Allah tidak adil, tetapi karena manusia menyalahgunakan kebebasan tersebut untuk berbuat zalim,
Sebagimana dijelaskan dalam analisis

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BAHAYANYA MAKELAR KASUS ( MARKUS )

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:12 WIB

Suasana Perayaan Hari Raya Nyepi Di Tegal Kondusif

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB
X