self-improvement

Beda Kekuasaan dan Kepemimpinan..Oleh : Yusuf Blegur / Aktifis'88

Senin, 2 Februari 2026 | 16:41 WIB
Yusuf Blegur (aktivis,88)

Penguasa yang larut dalam sistem yang menghidupkan watak otoriterianisme dan diktatorianisme hanya mampu melahirkan perilaku penguasa ansih. Sedangkan pemimpin, ia laksana karakter yang kuat yang tetap hidup baik di dalam maupunpun di luar sistem, terus bekerja menyebarkan prinsip-prinsip kejujuran, kebenaran dan keadilan yang menjamin adanya keselarasan dan keharmonisan hidup. Seorang pemimpin tak lebih dan tak kurang memiliki gairah dan spirit menularkan kebaikan, keadaban dan kemanfaatan yang luas. Dalam bernegara, pemimpin akan menempatkan rakyatnya dalam posisi terhormat dan dimuliakan. Meminjam dan menyerahkan kembali kedaulatan sesungguhnya kepada rakyat (republik).

Dalam banyak realitas, kekuasaan berorientasi pada aspek-aspek material. Menjadikan dunia sebagai medan pertempuran yang harus dimenangkan demi kepuasan syahwat. Wilayah, penduduk dan kekayaan alam yang meliputinya menjadi pasar potensial yang harus direbut dan dieksploitasi sebesar-besarnya. Konstitusi, demokrasi, HAM, kelestarian lingkungan dan iklim serta pelbagai isu global lainnya yang seolah-olah menjadi kebaikan dunia, tak lebih sekedar kosmetik dan asesoris semata.

Kalau kekuasaan itu tak ubahnya cara hebat untuk menikmati hidup di dunia yang penuh kemewahan dan keberlimpahan serta diraih dengan segala cara. Maka tak bisa dipungkiri kepemimpinan menjadi jalan sunyi yang penuh resiko penuh dengan marabahaya, penderitaan, dan kematian. Antara kekuasaan dan kepemimpinan kian menjadi pertentangan jika berada pada dua sifat dan karakter yang berbeda. Kekuasaan yang kapitalistik dan atheis dan kepemimpinan yang mengandung kekuatan spiritual dan altruist. Antara kekuasaan yang tiran dan kepemimpinan yang membebaskan***

Halaman:

Tags

Terkini

BAHAYANYA MAKELAR KASUS ( MARKUS )

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:12 WIB

Suasana Perayaan Hari Raya Nyepi Di Tegal Kondusif

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB