Mengenang Teater RSPD
*Aku Tak Sendirian
Oleh LUTFI AN. (Wartawan Senior/Seniman dan Budayawan)
/////
Tak terhitung seniman yang tetlibat membesarkan teater RSPD Yono Daryono. Aktor sejarah di luar panggung ini banyak tak sempat menikmati kebesarannya. Bahkan kepeloporan Darbol sebagai tokoh teater hingga meraih penghargaan negara mereka telah meninggal dunia.
Sebut saja aktor Lukman Jiwa, Abidin Abror, Sri Astuti, Slamet Bramanti dan juru lighting Woro Kusworo. Kesemuanya pahlawan diatas panggung yang menjadikan teater RSPD menjulang. Pementasan terakhir Amangkurat, aktor Slamet Bramanti dicasting pemeran utama sebelum digantikan Bontot Sukandar, menghembuskan nafas terakhir masih dalam proses latihan. Alfatihah...
Teater RSPD dibilang eksis bukan semata kegigihan sutradara Yono Daryono semata melainkan ghiroh seniman asuhannya mau dan mampu menepis problem keseharian yakni soal honrarium bukan satu-satunya tujuan berkesenian. Mereka butuh eksistensi berkesenian yang tak mudah terjual oleh apa pun. Sulit dipungkiri generasi belakangan ini melihat fenomena itu serasa kisah pilu terlebih menyusul merebaknya konten youtube yang bisa menghasilkan cuan. Muarif Esage di Slawi berkeluh kesah soal honorarium seniman yang minimalis. Mengiba agar seniman punya kesadaran masa lalu kerja sosial tak ternilai.
Baca Juga: Pejabat Erte Dilantik , Oleh : LUTFI AN /Wartawan Senior/ Seniman dan Budayawan Kota Tegal
Pada akhirnya ekosistem kesenian di Tegal mengalami perubahan etosnya sejak asupan APBD menjadi indoktrinasi kapitalis yang semula dijadikan pemantik kreatifitas berubah jadi nutrisi ketergantungan. Keniscayaan masa lalu dan masa kini hanya bisa dipahami dengan profesionalisme tiap seniman untuk bercermin diri. Layakkah aku disebut seniman profesional? Jika jawabnya layak, jadi hebat terkenal hingga dapat kepercayaan oleh negara berupa penghargaan aku tidak sendirian. Aku adalah mereka juga.***(FB Lutfi AN)
Artikel Terkait
Memahami Perbedaan Makna Sekolah dan Kehidupan
AJA GUMUNAN Oleh : Lutfi.AN /Tokoh Wartawan/Seniman dan Budayawan
FASTABIQUL KHOIROT Dalam Kehidupan Bermasyarakat //Oleh : Rudi Hartono (Tokoh Masyarakat Kab.Pemalang)
" LATAH WISATA MUSIBAH " Oleh : Rudi Hartono/ Tokmas Pemalang