Dan bagi seorang istri, mendapatkan suami yang saleh juga merupakan kebahagiaan yang tak terhingga. Suami yang baik adalah suami yang dapat menjadi teladan bagi istri dan anak-anaknya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits "Sebaik-baik kalian adalah kalian yang terbaik terhadap istrinya. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap isteriku." (HR. Ibnu Majah).
Baca Juga: Stop Fomo! Ini Cara Berhenti Membandingkan Diri Dengan Orang Lain, Segera Batasi Penggunaan Medsos!
2. ANAK ANAK YANG BERBAKTI
Anak-anak yang berbakti. Memiliki anak-anak yang berbakti merupakan kebahagiaan dalam sebuah keluarga. Kebahagiaannya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat. Rasulullah mengajarkan bahwa doa anak yang saleh merupakan amalan yang tidak terputus walaupun orang tuanya sudah meninggal.
إِذَا مَاتَ ابنُ آدم انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR Muslim)
3.TEMAN YANG BAIK
Teman yang baik. Teman yang baik adalah yang menjadi sahabat sejati, baik dalam sedih ataupun suka. Mereka tidak hanya menolong dalam kesusahan, tetapi juga menjadi pengingat ketika kita salah, menjadi pendorong semangat dalam kebaikan dan ketakwaan. Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar kita memilih teman yang sholih, yaitu yang beriman dan berakhlak mulia.
إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحاً مُنْتِنَةً
“Sesungguhnya teman baik dan teman yang buruk itu diibaratkan dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi dapat memberikan wewangian untukmu, engkau membelinya, atau engkau mendapatkan aroma wangi darinya. Adapun pandai besi bisa jadi membakar pakaianmu atau engkau mendapatkan aroma yang tidak sedap darinya.”
4. MATA PENCAHARIAN YANG HALAL
Mata pencaharian yang halal. Ia merupakan sarana kita mencari nafkah. Jika mata pencaharian kita halal dan tidak jauh, maka kita tetap bisa berkumpul, menjaga, dan menyayangi keluarga. Berkumpul dengan keluarga, menurut suatu pendapat umum, merupakan obat lelah setelah sibuk bekerja.
LALU APA KIATNYA?
Lantas bagaimana kiat-kiat agar mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat?. Islam menyuguhkan 5 kunci untuk merah kebahagiaan, yakni,
Artikel Terkait
5 Kebiasaan Kecil yang Akan Berdampak Besar Dalam Hidupmu, Lakukan Ini Ketika Memasuki Usia 20-an
Memahami Perbedaan Makna Sekolah dan Kehidupan
Ribuan Orang Doa Bersama Untuk Korban Bencana
Mantan Kepala BMKG Ingatkan Setelah Sumatera,DImungkinkan Jawa AKan Dilanda Hujan Deras