"Pernah kita PO (Pre-Order) beras, pesan 11 karung, yang datang 9 karung," beber eks akuntan SPPG itu.
"Atau pernah PO 9 karung, yang datang 7 (karung)," sambungnya.
Meski demikian, laporan resmi tetap mencantumkan angka 11 karung.
Menurutnya, pola seperti ini berpotensi menjadi celah manipulasi laporan keuangan karena adanya selisih barang yang tidak tercatat secara transparan.
Eks akuntan SPPG Lembursitu itu lantas menyinggung sistem pengadaan melalui koperasi yang selama ini diklaim sebagai bagian dari upaya kemandirian.
"Tapi bayar tetap untuk 11 karung, di mark up tetap 11. laporan ke BGN-nya juga tetap 11," tandasnya.
Hingga kini, sebagian kalangan menilai, tanpa pengawasan yang ketat, mekanisme tersebut dinilai bisa membuka peluang terjadinya penyimpangan dalam proses pengadaan dan pelaporan.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat tersebut harus dibarengi dengan pengawasan ketat serta audit berkala.
Hal tersebut agar potensi kecurangan dapat dicegah dan penggunaan anggaran negara tetap berjalan secara akuntabel.*
Artikel Terkait
Viral Siswa SMA di Riau Bagikan MBG yang Didapatkan: Gimana Mau Bergizi, Isinya Seuprit Gini
Menyoroti insiden viral terkait penyaluran makan bergizi gratis (MBG) yang diduga terjadi di SMPN 2 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. (Instagram.com/@r
Viral keluhan wali murid siswa di Sedayu, Bantul tentang menu bandeng MBG
Viral Wanita di Sukabumi Diduga Alami Pelecehan dan Ancaman Sajam, Pelaku Tertangkap Kamera Bawa Kapak
Viral Dugaan Oknum Pencuri Datangi Kos di Medan, Penghuni Kamar Kehilangan Laptop usai Diancam Pakai Pisau
Viral Abu Janda Kena Skakmat Feri Amsari saat Debat soal Palestina, Aktivis pro-Israel Itu Terpancing Emosi Lalu Diusir