“Senjatanya dibuang di irigasi di daerah Gebalan. Jadi, meluruskan agar tidak menjadi kegaduhan atau kecemasan masyarakat Magelang tidak aman karena ada pelajar tawuran menggunakan pistol,” tegasnya.
Trauma Korban Pengeroyokan
Video yang beredar tersebut menampilkan potongan klip momen pelajar mengeroyok pelajar lainnya dan video mengacungkan pistol.
Setelah videonya kembali viral, orang tua pelajar yang dikeroyok mengungkapkan bahwa anaknya mengalami trauma.
“Saya sebagai orang tua korban merasa tidak nyaman atas unggahan video yang sudah lama terjadi dengan anak saya. Itu sangat mengganggu mental dan psikologis, benar-benar merasa terganggu dan risih,” ucap ayah korban, dikutip dari video unggahan Instagram @polrestamagelang pada Kamis, 21 Mei 2026.
Kasus pengeroyokan pun sudah ditangani oleh PPA Satreskrim Polresta Magelang dan masuk proses penyidikan.
*