Nurul mengungkapkan, untuk mendampingi para korban, sekolah juga menyiapkan pendampingan. Mereka memanggil seorang psikolog untuk melakukan pendampingan bagi siswi yang menjadi korban pelecehan seksual.
“Dari kepala sekolah sudah menugaskan seorang Psikolog Bu Duwi Rahmawati untuk pendampingan korban,” bebernya.***