JurnalisNetwork-TEGAL — Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Agusng Widyantoro meminta pemerintah , untuk memperhatikan aspek pendiidikan bagi anak anak pengungsi dan tercukupinya sarana dan prasarana pendidikan bagi para pengungsi korban bencana tanah bergerak yang hingga kini masih tinggal di lokasi pengungsian
Ha; tersebut dikemukan Agung Widyantoro, usai melihat langsung kondisi korban tanah bergerak di desa Padasari Jatinegara , Kabupaten Tegal, serta lahan pembangunan huntara bagi pengungsi .
“Kami telah menerima penjelasan tentang rencana pembangunan huntara yang saat ini sedang dikerjakan oleh Kementrian PU. Kami juga berharap pembangunan huntara tersebut tidak mengesampingkan aspek pendidikan.Karena kami lihat ada beberapa bangunan sekolah juga yang yang ambruk akibat tanah bergerak di padasari ini,” Ungkap Agung .
Baca Juga: BPBD Kab Tegal.Lengkapi Fasilitas Ramadan di Pengungsian
Permintaan Komsi X DPR RI saat meninjau lokasi pengungsian tersebut disampaikan menyusul masih terbatasnya fasilitas pendidikan bagi anak-anak pengungsi, yang dinilai berpotensi mengganggu proses belajar mengajar serta perkembangan psikologis mereka.
Menurut anggota DPR RI tersebut, pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak korban bencana harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, seiring dengan upaya penanganan darurat dan rencana relokasi warga terdampak.
“Anak-anak pengungsi tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah daerah harus memastikan ketersediaan sarana belajar, tenaga pengajar, serta akses pendidikan yang memadai meski mereka berada di pengungsian,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan ruang belajar, perlengkapan sekolah, serta jarak tempuh menuju sekolah terdekat menjadi persoalan yang perlu segera diatasi. Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan dinas pendidikan serta pihak terkait untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
Sementara itu, kondisi di pengungsian menunjukkan sejumlah anak terpaksa mengikuti kegiatan belajar dengan fasilitas seadanya. Beberapa di antaranya bahkan harus belajar di pengungsian akibat bencana tanah bergerak yang merusak permukiman mereka.
Baca Juga: Polres Pemalang dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Presisi
Anggota DPR berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan hunian sementara dan relokasi, tetapi juga memastikan keberlangsungan pendidikan bagi para pengungsi hingga situasi benar-benar pulih.
“Penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk menjamin masa depan pendidikan anak-anak pengungsi,” pungkasnya.***