JurnalisNetwork-TEGAL-Musibah tanah longsor yang yang terjadi di desa Kajen, Lebaksiu Kabupaten Tegal masih berlangsung dinamis. Selain meursak dan merobohankan rumah warga, pergesaran tanah di kawasan ini juga menyebakab kerusakan pada akses jalan desa dan keeruskan mushola dan madrasah di lingkungan desa tersebut.
Pergerakan tanah di desa kajen lebaksiu masih terus terjdai, meski pergerseran tanah dirasakan dengan intensitas lemah. Namun dapak kerusakan terrus terjadi dan cendreung naik.
"Selain membantu mengevakuasi warga, kami juga langsung sigap mendirikan tenda tenda dan dapur umum untuk memnuhi kebutuhan warga yang mengungsi , Ucap Wakapolsek Lebaksiu , Iptu Wawan Prasetto , Minggu (15/2)
Pantauan terkirni menyebut Dampak kerusakan terlihat cukup parah terjadi di di wilayah RW 09 tergolong parah. Selain tiga unit rumah yang sudah rata dengan tanah pada bagian belakang, sebuah juga dilaporkan roboh total.
Baca Juga: Tanah Bergerak Masih Terus Terjadi, Bantuan Material dan terus Berdatangan di Padasari, Jatinegara,
Demikian halnya dengan Fasilitas pendidikan Madrasah Nurul Hidayah yang sebelumnya hanya mengalami retak retak kini masuk dalam zona bahaya karena hanya berjarak 200 meter dari bibir tebing yang terus longsor.
Pergerakan tanah terbaru juga menunjukkan pergeseran signifikan hingga menimbulkan kerusakan pada akses jalan sebelah selatan sepanjang 12 meter akibat penggerusan arus sungai yang berpindah arah.
Baca Juga: Bencana Tanah Bergerak di Padasari Tegal, Terus Meluas. Dapur Umum meningkat
Bencana yang dipicu oleh erosi tebing Sungai Gung ini telah memaksa 27 KK jiwa mengungsi dengan jumlah warga terdampak lebih dari 80 orang.
BPBD setempat kini masih melakukan pendataan secara terus menerus terhadap jumplah warga terdampak dan verifiksi data jumlah kerusakan bangungn fan infrastruktur yang disebabkan oleh musibah tersebut.
Status Tanggap Darurat dikawsan ini juga telah diberlakukan hingga 18 Februari 2026 .
Untuk mencegah terjadinya korban jiwa sejumlah langkah tanggap darurat telah dilakukan , dikawsna ini antara lain dengan melakukan Pemutusan Jaringan: PLN memadamkan aliran listrik dan penyaluran logistic serta pendirian dapur umum mandiri oleh warga yang didukung peralatan dari BPBD.
Aprat polsek lebaksiu juga telah mendirikan tenda pengungsian dan mengevakuasi warga terdampak yang dinilai beresiko tinggi ke tempat yang lebih aman.***