JurnalisNetwork-KOTA TEGAL-Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 4 Semarang berhasil mengamankan 61 barang di Stasiun Tegal milik penumpang kereta api yang tertinggal, dengan total nilai taksiran mencapai Rp189.775.000,-.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa barang tertinggal tersebut ditemukan baik di dalam kereta api maupun di area stasiun dan semuanya diamankan serta ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“KAI menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu pelanggan menemukan kembali barang-barang yang tertinggal selama melakukan perjalanan kereta api. Namun demikian, layanan tersebut bersifat fasilitatif, sehingga tanggung jawab atas barang bawaan tetap berada pada masing-masing pelanggan,” ujar Luqman.
Baca Juga: 192 Peserta Ikuti Pesta Siaga Kwarcab Kota Tegal Tahun 2026
Luqman melanjutkan, barang-barang yang ditemukan sangat beragam, mulai dari tas, telepon genggam (HP), tablet, tumbler, hingga barang pribadi lainnya yang memiliki nilai ekonomi maupun nilai penting bagi pemiliknya.
Penanganan Barang Penumpang KA yang Tertinggal
Barang milik pelanggan yang tertinggal tercatat dengan baik dalam aplikasi Lost and Found KAI dan tersimpan dengan rapi dan aman di kantor pengamanan stasiun. Dalam pengelolaannya, KAI menerapkan ketentuan khusus terkait pengelompokan barang dan masa simpan.
"Sampaikan ciri-ciri barang yang tertinggal atau hilang dan kode booking tiket. Jangan memberikan informasi kode booking atau detail barang kepada pihak yang tidak berkepentingan. Setelah itu ikuti arahan petugas selanjutnya, jika memang barang dapat ditemukan petugas kami, barang tersebut pasti kembali," kata Luqman.
Baca Juga: Sinergi TNI–Polri Percepat Pemulihan Sumbar: Bersihkan Pasar hingga Rumah Warga
Luqman mengimbau kepada pelanggan bahwa barang bawaan menjadi tanggung jawab masing-masing pelanggan. KAI hanya menyediakan fasilitas untuk penanganan barang tertinggal***