Bupati Bandung Barat itu belum bisa memastikan penyebab pasti kejadian dan masih dalam tahap kajian.
Di sisi lain, Jeje merasa khawatir terkait kondisi di atas lokasi longsor karena terdapat potensi risiko lebih besar.
"Saya juga mengimbau seluruh warga di daerah rawan bencana, terutama yang tinggal di lereng bukit dan tanah miring untuk tetap waspada karena curah hujan saat ini sangat tinggi," tandasnya.
Korban Selamat: Terdengar Suara ‘Bum’
Dalam kesempatan berbeda, seorang ibu yang menjadi korban selamat dalam bencana longsor di Cisarua menyampaikan kesaksiannya.
Ibu tersebut mengaku sempat mendengar dentuman keras dari daerah hulu, pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Kemudian, dirinya memastikan insiden longsor mulai terjadi sekitar keesokan harinya, pada pukul 02.00 WIB.
"Sempat terdengar suara 'Bum' itu sekitar jam 11 malam, kemudian kejadiannya jam 2 dinihari," ungkap sang ibu, sebagaimana dilansir dari akun Instagram @asarhumanity, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Saat insiden terjadi, sang ibu menceritakan terdapat warga yang sempat menyelamatkan diri, namun ada pula yang rumahnya langsung tertimpa reruntuhan tanah.
"Warga ada yang sempat menyelamatkan diri, ada juga yang tidak," terangnya.
"Korban yang langsung kejatuhan material tanah tidak sempat selamatkan diri," tandas sang ibu.
Berkaca dari hal itu, insiden longsor di Bandung Barat tersebut pun telah mendapatkan perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi: Seharusnya Berisi Pohon, Bukan Kebun Bunga
Melalui unggahan Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Sabtu, 24 Januari 2026, Dedi menuturkan dirinya saat meninjau lokasi bencana tersebut.