JurnalisNetwork-PEMALANG-Banjir bandang menerjang wilayah Pemalang Selatan Jawa Tengah. Selain debit air yang meninggi hingga masuk ke perkampungan warga. Banjir yang terjadi di wilayah Pulosari dan Moga Kabupeten Pemalang ini juga membawa material kayu gelondongan.
Situasi banjir wilayah Pemalang Selatan ini ramai memenuhi laman berbagai platform medsos sejak Sabtu malam hingga Sabtu (24/1) pagi.
Material material kayu gelondongan dan beberapa rating pohon ini terlihat warga selain terbawa arus juga, terlihat menumpuk di sejumlah kolong Jembatan sejumlah titik wilayah Pemalang Selatan
Warga menduga material material potongan potongan pohon tersebut merupakan sisa hasil tebangan dari hulu sungai Gunung Slamet.
Baca Juga: Banjir Pekalongan, Polres Tegal Kota Siagakan Truk, Bus, dan Peleton Siaga Bencana Bhayangkara
"Iya mas , sejak semalam banjir dengan debit tinggi mulai terlihat mengalir di sungai Gung wilayah pemalang selatan .Namun selain debit tinggi, banjir tersebut juga membawa material patahan bagian poho seperti batang, ranting kayu yang mengambang terbawa air,hingga terhambat di sejumlah titik jembatan,"ucap Darkawi (48) warga Pulosari, Pemalang Sabtu (24/12026)
Menurut Darkawi, banjir sejak Sabtu malam dan dini hari ini 23/24 - 01 - 2026, ini juga mengakibatkan Akses jalan Karangsari - Pulosari terputus akibat material lumpur dan kayu yang menutupi jalan.
"Sejak dini hari, warga terus menlakukan pembersihan material kayu tersebut, namun tidak sepenuhnya maksimal karena terkendala perlatan, dan banyaknya material yang harus dievakuasi," ucap Darkawi lagi.
Hal senada di kemukakan oleh Suratno warga Moga.Menurutnya Banjir yang membawa material kayu tersebut sempat terbawa ke perkampungan.Bahkan rumah warga.
Baca Juga: Sungai Comal Meluap , Ratusan Rumah Terendam Banjir
"Ngeri mas, ketika dir aliran sungai meluber ke rumah warga . Material kayu juga terbawa ke perkampungan dan rumah warga,"tutur Suratno ,Sabtu (24/1)
Hingga kini warga masih menunggu upaya dari Pemerintah Kabupaten Pemalang , untuk membantu warga mengevakuasi banjir bandang yang membawa material kayu kayu tersebut.***