up-to-date

Kesadaran Maritim Jadi Fondasi Pertahanan Negara,

Rabu, 17 Desember 2025 | 09:31 WIB
Seminar Nasional perayaan HUT ke-79 Yayasan Hang Tuah yang digelar di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Dalam pandangan Prof. Achmad Tjachja, pertahanan negara modern juga sangat berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Kesejahteraan nelayan dan komunitas pesisir memiliki hubungan langsung dengan stabilitas keamanan laut.

“Ketika masyarakat pesisir sejahtera dan merasa memiliki lautnya, mereka secara alami akan menjadi bagian dari sistem pengawasan wilayah,” ujarnya.

Sebaliknya, jika masyarakat pesisir terpinggirkan dan tidak memperoleh manfaat ekonomi yang adil, potensi kerawanan justru akan meningkat. Kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi berbagai aktivitas ilegal di wilayah perairan Indonesia.

Oleh karena itu, Prof. Achmad Tjachja menegaskan bahwa penguatan ekonomi maritim harus berjalan seiring dengan penguatan pertahanan. Ketahanan negara tidak hanya dibangun dari kekuatan militer, tetapi juga dari ketahanan ekonomi dan sosial masyarakatnya.

Ia menyinggung sektor kelautan dan perikanan yang selama ini menjadi penyumbang devisa non-migas yang konsisten.

Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, sektor ini tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga mempertegas kehadiran negara di wilayah laut.

Di sisi lain, sektor maritim masih menghadapi tantangan persepsi. Profesi nelayan dan pekerjaan di bidang kelautan kerap dipandang berat, berisiko, dan kurang menjanjikan masa depan. Pandangan ini menjadi salah satu faktor rendahnya minat generasi muda terhadap sektor maritim.

“Padahal sektor maritim saat ini sudah berkembang sangat luas. Ada industri pengolahan, teknologi, riset, logistik, hingga inovasi yang membuka peluang besar bagi generasi muda,” jelasnya.

Menurut Prof. Achmad Tjachja, perubahan cara pandang terhadap laut menjadi hal mendesak. Laut harus diposisikan sebagai ruang masa depan yang menjanjikan, bukan sekadar ruang kerja tradisional. Perubahan narasi ini dinilai penting untuk mendorong keterlibatan generasi muda.

Dalam konteks tersebut, pendidikan kembali menjadi kunci. Pendidikan bahari harus menjadi jembatan antara potensi laut Indonesia dan kemampuan sumber daya manusia untuk mengelolanya secara berkelanjutan. Pendidikan tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi membentuk karakter dan cara pandang kebangsaan.***

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB