up-to-date

Saya Hanya Butuh Sarung dan Mukena

Minggu, 14 Desember 2025 | 14:21 WIB
Akui Tak Butuh Bantuan Uang usai Bencana, Seorang Ibu di Aceh Tamiang Mengaku Hanya Ingin Sarung-Mukena

JurnalisNetwork-ACEH TAMIANG-

Sejumlah wilayah pedesaan di Aceh Tamiang dilanda banjir bandang hingga tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Berdasarkan data terkini yang diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu, 13 Desember 2025, sebanyak 58 orang meninggal dunia dalam bencana besar di Aceh Tamiang itu.

Aceh Tamiang juga menjadi wilayah yang paling banyak dalam hal jumlah pengungsi di antara daerah kabupaten atau kota terdampak bencana di Provinsi Aceh.

"(Sebanyak) 252,6 ribu pengungsi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang," demikian tertulis dalam laporan BNPB.

Berkaca dari hal itu, publik di Tanah Air mencemaskan para pengungsi yang menjadi korban bencana banjir bandang di Aceh.

Terlebih, setelah lebih dari dua pekan pascabencana, masih banyak di antara pengungsi yang kesulitan untuk bertahan hidup usai kehilangan harta benda mereka.

Salah satu yang mencuri perhatian di media sosial (medsos), yakni cerita memilukan datang dari seorang korban bencana banjir bandang di pedalaman desa wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Baca Juga: Update BNPB 11 Desember: Korban Meninggal Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 990 Jiwa, Pencarian Terus Dilakukan

Mengaku Tak Membutuhkan Uang

Dalam unggahan Instagram @rumpi_gosip, pada Sabtu, 13 Desember 2025, seorang ibu yang menjadi korban bencana di Aceh Tamiang mengaku tak lagi membutuhkan bantuan dana tunai.

"Saya tidak butuh uang, saya hanya ingin mukena dan kain sarung," kata sang ibu.

Korban banjir bandang di Aceh Tamiang itu menyebut, suaminya kini sedang sakit dan memerlukan selimut untuk menghangatkan diri.

"Suami saya sakit perlu selimut, itu saja yang kami butuhkan," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB