Buron, Kyai Cabul Pengasuh Ponpes Di Bekuk Polisi

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Kamis, 7 Mei 2026 | 18:27 WIB
Tersangka usai ditangkap di Wonogiri (ist)
Tersangka usai ditangkap di Wonogiri (ist)

JurnalisNetwork-PATI- Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo AS yang diduga menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap puluhan santrinya di Pati, Jawa Tengah dibekuk Satreskrim Polresta Pati setelah melarikan diri dari kotanya usai dilaporkan melakukan tindak pencabulan.

Terduga AS ditangkap di Wonogiri , setelah sempat dikabarkan buron  dari Pati sejak senin ( (4/6/2026)  lalu  dan sempat berpindah pindah dan tinggal di beberapa kota di Jawa Barat.

 

“Sebelumnya tersangka mangkir dari panggilan pemeriksaan pada Senin (4/5), sehingga Polresta Pati berencana melayangkan surat pemanggilan kedua pada 7 Mei 2026.Namun, karena tersangka diduga tidak ada di tempat atau diduga bersembunyi di luar kota, akhirnya ada upaya penjemputan paksa terhadap tersangka berinisial AS tersebut,”Ujar sumber si Polresta Pati, jawa Tengah, Kamis (7/6).

Hingga kini baru satu korban yang secara resmi melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Meski demikian, Polresta Pati membuka ruang seluas-luasnya bagi korban lain ataupun saksi yang memiliki informasi tambahan untuk melapor, dengan jaminan kerahasiaan identitas.

Penetapan tersangka dalam kasus ini dilakukan pada 28 April 2026, setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang dinilai cukup. Sebelum penetapan tersebut, penyidik telah memeriksa pelapor, sejumlah saksi, serta saksi ahli. Terlapor juga sempat diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

KBaca Juga: Korban Pelecehan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati Capai 50 Orang, Tersangka Diklaim Ngaku Jadi 'Wali' sampai Bikin Geram Warganetasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Widya Wiratama mengungkapkan bahwa pelaku sempat berpindah-pindah tempat hingga Jawa Barat dan Jakarta.

“Sempat ke Kudus, kemudian Bogor, dan Jakarta. Selanjutnya ke Solo kemudian ke Wonogiri,” ucap Kompol Dika kepada media pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kasus dugaan pencabulan bermula dari laporan korban pada tahun 2024. Namun, dalam perjalanannya sempat mengalami kendala akibat adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan, sehingga beberapa saksi menarik keterangannya. Hingga saat ini pelapor yang aktif baru satu orang.

Baca Juga: Geger Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri, Mantan Pengikut Bongkar Doktrin Pelaku pada Santri

Terkait informasi yang beredar mengenai jumlah korban yang disebut mencapai puluhan orang, pihak kepolisian menegaskan belum menerima keterangan resmi yang mendukung klaim tersebut.

Polresta Pati memastikan proses penyidikan akan terus berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini sempat ramai di kota Pati hingga berbagai berbagai platform media social. Dikabarkan pengasuh ponpes ini merudapaksa sejumlah santriwatinya, khusunya yang santriwati yang berstatus yatim , piatu hingga satriwati warga miskin. 

Bahkan sejumlah media sosial menyebut praktek kekerasan sosial yang dilakukan hingga memaksa korban menelan sperma pengasuh ponpes tersebut, dengan korban di kabarkan mencapai puluhan santriwati.

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X