JurnalisNetwork-SEMARANG-Sebuah unggahan viral di media sosial, yakni satu unit motor Yamaha Fiz R yang terbakar di depan SPBU di Jalan Sriwijaya, Candisari, Kota Semarang.
Motor tersebut terbakar setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU tersebut.
Insiden motor kebakaran ini viral usai keluhan adanya dugaan petugas SPBU yang menolak memberi bantuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Video tersebut viral dengan menyebut bahwa petugas beralasan harganya yang mahal dan harus seizin manager.
Baca Juga: Aksi Heroik Satpam BRI Ajibarang Atasi Kebakaran Minibus: Langsung Cari APAR, Sukses Kendalikan Api
Pemilik Motor dan Pihak SPBU Bermediasi Damai
Usai kejadian tersebut viral di media sosial, mediasi pun telah dilakukan oleh pemilik motor, Chiko Relisvano dengan pihak SPBU dan Pertamina pada Minggu, 5 April 2026.
Mediasi tersebut dilakukan di SPBU terkait yang turut dihadiri oleh Polsek Candisari.
Saat mediasi, Chiko menjelaskan kronologi awal saat kejadian kebakaran.
Pemuda berusia 20 tahun itu mengungkapkan bahwa motornya sudah kehabisan bensin di Simpang Lima dan mengisi Pertamax sejumlah Rp30 ribu di SPBU Sriwijaya.
“Distater dia (motor) keluar percikan api. Habis itu saya minta tolong temen saya buat ambil air,” ucap Chiko, dikutip dari unggahan Instagram @feedgramindo pada Senin, 6 April 2026.
“Harusnya, sepemikiranku itu kalau ada api sedikit pun di kawasan SPBU atau pom, sepatutnya dengan APAR,” imbuhnya.
Sebut Petugas Fokus Penanganan di Area SPBU
Artikel Terkait
Sejumlah KA Dibatalkan Perjalanannya Imbas Genangan Air di Pekalongan, KAI Daop 4 Semarang
KAI Daop 4 Semarang Layani 4.915 Pembatalan Selama 2 Hari Imbas Gangguan karena Genangan Air di Pekalongan,
16 Ribuan Tiket Mudik Lebaran 2026 KA Reguler Keberangkatan Daop 4 Semarang Telah Terjual
Persiapkan Angkutan Lebaran, Daop 4 Semarang Laksanakan Rampcheck Kereta Api
KAI Daop 4 Semarang Siapkan Lebih dari Setengah Juta Tempat Duduk selama Angkutan Lebaran