Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung 26 January 2026

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:40 WIB
Wagub Jateng Taj.Yasin (Agus R)
Wagub Jateng Taj.Yasin (Agus R)

JurnalisNetwork-PEMALANG-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung lokasi terparah dampak banjir bandang di kawasan Lereng Gunung Slamet, di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Di lokasi tersebut Taj Yasin juga melihat adanya pohon-pohon yang tergerus banjir bandang, dalam kondisi akar masih segar. Hal tersebut mengindikasikan pohon tersebut tercabut murni akibat kuatnya arus banjir.

Juga sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir tampak rusak akibat terjangan banjir. Selain itu, material berupa kayu yang ikut hanyut, memperparah rumah terdampak.

“Kalau melihat akarnya masih segar. Itu karena tergerus derasnya arus,” katanya.

Baca Juga: Bapak dan Anak Tertimbun Longsor di Bongas Pemalang, Korban Masih Dalam Pencarian

Pada kesempatan tersebut , Taj Yasin mengingatkan, pada 2017 kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran besar, sehingga material sisa kebakaran yang belum dibersihkan, kemungkinan turut terbawa arus.

Gubernur Jateng Taj Yasin di Lokasi Bencana (ist)

Untuk memastikan penyebab secara komprehensif, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lebih lanjut. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap, membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawas lapangan belum memungkinkan.

“Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena situasinya masih mendung, masih gelap,” katanya.

Baca Juga: Banjir bandang di desa Penangkir, Pemalang 630 Jiwa Diungsikan di Kantor Kecamatan Pulosari.

Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Pemalang, tepatnya di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, sebagai dampak hujan ekstrem yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat (13/1/2026) malam.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung, sehingga air menggenangi permukiman warga serta merusak infrastruktur di sejumlah desa.

Berdasarkan pendataan sementara, 252 kepala keluarga atau 911 jiwa, terdampak langsung oleh bencana ini. Untuk menampung warga yang mengungsi, pemerintah menyiapkan beberapa titik pengungsian, yaitu Kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Selain itu, dua orang warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam proses pencarian. Lalu, tujuh orang warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka, dan telah mendapatkan penanganan medis.

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X