107.488 Kasus TBC di Temukan di Jawa Tengah

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Jumat, 23 Januari 2026 | 10:33 WIB
Wagub Jateng paparkan grafik kasus TBC di Jawa Tengah (ist/Provjateng)
Wagub Jateng paparkan grafik kasus TBC di Jawa Tengah (ist/Provjateng)

JurnalisNetwork-SEMARANG-Dinas kesehatan propinsi Jawa Tengah menemukan sebanyak 107.488 Kasus TBC di Temukan di Jawa Tengah, tahun 2025 lalu.Namun Angka ini turun dalam satu bulan terkahir Hingga akhir tahun, sudah ditemukan 90.381 kasus, atau 84,08 persen dari 90 persen target temuan.

Hal tersebut di ungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat penegasan , penanganan dan pemberantasan penyakit tuberkulosis atau TBC di wilayah Jawa Tengah .Saat melantik jajaran pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jateng periode 2025-2030, di Aula Dinas Kesehatan Jateng, Kamis (22/1/2026).

Yaj Yasin selanjitnya menegaskan bahwa penaganan TBC di Jawa Tengah harus tuntas pada tahun 2030.

“Ini adalah amanat dari Presiden, bahwa di tahun 2030 TBC harus tuntas,” kata Taj Yasin, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Nawal Arafah Yasin, yang juga Ketua Badan Kehormatan PPTI Jateng.

Baca Juga: Pemprov Jateng Tutup 20 Tambang Ilegal di Jawa Tengah.

Dia menyampaikan, penanganan TBC merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus didukung. Pemprov berkomitmen mewujudkan Jateng Zero TBC pada 2030.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, estimasi TBC di Jateng pada 2025 sebanyak 107.488 kasus. Hingga akhir tahun, sudah ditemukan 90.381 kasus, atau 84,08 persen dari 90 persen target temuan.

Adapun Treatment Success Rate (TSR) atau tingkat keberhasilan pengobatan pada pasien TBC sensitif obat (SO) mencapai 85,40 persen, dan pada TBC resisten obat (RO) 64,62 persen.

Taj Yasin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, agar pengendalian TBC di Jateng berjalan sukses. Tidak hanya dalam hal pengobatan, tetapi juga edukasi dan pencegahan.

Lebih lanjut, pihaknya mengajak PPTI Jateng untuk menjadi mitra pemerintah. Terlebih, keberhasilan penanganan TBC diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Jawa Tengah Menjadi Propinsi Surplus Padi

“Maka dengan PPTI dilantik, saya berharap nanti kolaborasi, kerja sama bisa terwujud, syukur-syukur di tahun 2026 bisa kita capai targetnya,” ungkap Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Sementara Ketua PPTI Jateng dr Hartanto mengatakan, setalah dilantik, pihaknya akan melakukan konsolidasi bersama PPTI 35 kabupaten/ kota, untuk melakukan pemetaan dan rencana ke depan. Pasalnya, setiap daerah memiliki pendekatan berbeda-beda dalam menangani TBC.

Pihaknya berkomitmen membantu Pemprov Jawa Tengah, untuk mengejar target eliminasi TBC 2030. Upaya yang akan dilakukan mulai dari edukasi, pencegahan, hingga penanganan.

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X