Ceritakan Sekolah Rakyat untuk Muliakan Anak-anak yang Kurang Mampu, Sekjen Kemensos: Mereka Setara dan Berdaya

Photo Author
Hidayatulloh., Jurnalis Network
- Rabu, 21 Januari 2026 | 16:50 WIB
Sekjen Kemensos, Robben Rico mengungkapkan kisah siswi yang bersekolah di SRMP 19 Efata Kupang, NTT. (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos, Robben Rico mengungkapkan kisah siswi yang bersekolah di SRMP 19 Efata Kupang, NTT. (Dok. Promedia)

JurnalisNetwork-JAKARTA-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico mengungkapkan tujuan adanya program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, yakni pembangunan sekolah rakyat.

Rico menjelaskan, program prioritas ini sejatinya dibangun untuk wong cilik alias warga dengan ekonomi kecil yang berada di jurang kemiskinan atau kemiskinan ekstrem di Tanah Air.

"Tujuan pertama kami, ingin memuliakan wong cilik," kata Rico dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) via daring, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Baca Juga: Hadiri Forum JPP Promedia, Sekjen Kemensos Jelaskan Sekolah Rakyat Membentuk Karakter Siswa sebagai Agen Perubahan

Sekjen Kemensos itu menuturkan, keberadaan sekolah rakyat di seluruh wilayah Indonesia sekaligus untuk memberikan penghormatan kepada masyarakat kecil.

Rico menyebut, hal tersebut dilakukan melalui sekolah rakyat yang memberikan fasilitas sekolah unggulan dan memberikan pelayanan terbaik bagi mereka.

"Menumbuhkan percaya diri bahwa mereka setara dan berdaya. Semua difasilitasi oleh Negara," tambahnya.

Menjangkau yang Belum Terjangkau

Rico kemudian melanjutkan, tujuan kedua dalam program prioritas Presiden Prabowo tersebut yakni menjangkau masyarakat kecil di pelosok Tanah Air.

"Sekolah rakyat menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, mereka yang selama ini tertinggal atau tidak terbawa dalam proses pembangunan," terangnya.

"Menjangkau mereka yang tidak mampu bersaing," imbuh Rico.

Selain itu, Rico juga menuturkan sekolah rakyat sebagai harapan bagi anak-anak yang kurang mampu untuk bisa bersekolah.

"Sekolah rakyat memberikan harapan, menumbuhkan asa, mengubah mimpi yang tidak mungkin," tuturnya.

"Dan melahirkan 'pemungkin-pemungkin' baru, mereka yang tidak harus sama dengan nasib orang tuannya," tambah Rico.

Halaman:

Editor: Hidayatulloh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X