Harus Membungkuk Saat Masuk Rumah, Potret Memilukan Warga Pidie Jaya Kembali ke Hunian yang Tertimbun Lumpur

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Rabu, 24 Desember 2025 | 19:56 WIB
Tangkapan layar kondisi rumah warga Pidie Jaya yang menyempit karena sisa lumpur banjir yang menggenang telah mengeras. (TikTok/Fajri Castro)
Tangkapan layar kondisi rumah warga Pidie Jaya yang menyempit karena sisa lumpur banjir yang menggenang telah mengeras. (TikTok/Fajri Castro)

JurnalisNetwork-ACEH-Bayangan tentang rumah sebagai tempat berteduh yang nyaman kini berubah drastis bagi warga Desa Dayah Husen Meurah, Pidie Jaya.

Alih-alih mendapatkan kembali hangatnya suasana rumah setelah lama mengungsi, warga harus berhadapan dengan kenyataan pahit: rumah mereka kini menyempit akibat tertimbun material lumpur yang sangat tebal.

Potret memilukan ini dibagikan oleh akun TikTok @Fajri Castro pada Selasa, 23 Desember 2025.

Video tersebut memperlihatkan kondisi fisik bangunan yang telah berubah total akibat banjir yang membawa material sedimen dalam jumlah besar.

Baca Juga: Semringahnya Warga Aceh Tamiang Ini Mendapat Bantuan Pakan Kucing untuk Anabulnya, Netizen: Bapaknya Bahagia Banget

Ketinggian lantai rumah warga tidak lagi sama. Lumpur yang terbawa banjir sejak bulan lalu kini telah mengeras dan menjadi lantai baru yang tingginya mencapai setengah bangunan.

Hal ini membuat jarak antara atap dan lantai menjadi sangat dekat.

Dalam rekaman tersebut, terlihat momen yang menyayat hati di mana warga harus membungkukkan badan sedalam-dalamnya hanya untuk masuk ke dalam rumah mereka sendiri.

"Ini salah satu rumah warga di Dayah Husen Meurah, Pidie Jaya," ucap pria dalam video tersebut sambil memperlihatkan kondisi bangunan yang tertimbun.

Proses mengendapnya lumpur ini terjadi dalam waktu yang cukup lama. Sejak akhir November, material tersebut terus menumpuk hingga akhirnya mengeras dan tidak mungkin lagi dibersihkan dengan cara biasa.

Baca Juga: Setelah Angkut Hasil Cabe, Ferry Irwandi Ungkap Komoditas Lain yang Potensial untuk Gerakkan Ekonomi di Sumatera usai Bencana

"Dari tanggal 26 November hingga 20 Desember lumpurnya sudah kering," lanjut pria tersebut menjelaskan kronologi tertimbunnya pemukiman warga.

Meski kondisi rumah sudah tidak layak secara fungsional, desakan kebutuhan dan keinginan untuk pulang membuat warga meninggalkan posko pengungsian.

Mereka memilih kembali ke sisa-sisa bangunan yang masih berdiri meski harus hidup dengan ruang gerak yang sangat terbatas.

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Rabu, 3 Juni 2026 | 13:12 WIB
X