Si Cungkring dan Si Gemoy, Pasangan Tak Berkesudahan
Disampaikan Oleh Yusuf Blegur
Alkisah di sebuah negeri hiduplah dua orang begawan
Sebuah cerita tentang permusuhan sekaligus persahabatan
Si Cungkring sukanya blusukan, Si Gemoy terbiasa pada penculikan, ups maaf maksudnya pemberontakan
Keduanya beda dalam kebiasaan tapi sama dalam tujuan
Baca Juga: Ijazah antara Ghibah dan berbantah-bantah :// Oleh yusuf Blegur (Aktifis 88)
Selain lapar pengaruh, keduanya juga haus kekuasaan
Satu ketika pernah berlawanan, tak butuh waktu lama menjalin keakraban
Teruji pernah saling menjatuhkan, terbukti menikmati saling ketergantungan
Keduanya, sama-sama mengejar jabatan dan kekayaan
Kebiasaan yang tak terbantah dari keduanya, beda ucapan beda tindakan
Pidato keduanya selalu berujung kebohongan
Bukan pengabdian, banyak yang menilai hanya mencari kesenangan
Jauh dari keadaban apalagi Ketuhanan
Baca Juga: Malapetaka MBG .... Disampaikan Oleh Yusuf Blegur /Aktifis 88
Sungguh miris nasib rakyat, harus mengalami penderitaan dan kesengsaraan
Lahir dari kecurangan dan kejahatan, rakyat pasrah memiliki pemimpin penuh kepalsuan
Penguasa dengan mentalitas dan karakter pengkhianatan
Si Cungkring dan Si Gemoy representasi kebiadaban, pasangan kedzoliman tak berkesudahan