Beragam hidangan khas disajikan secara gratis, mulai dari makanan berat hingga jajanan tradisional yang menggugah selera.
Baca Juga: Viral Dugaan Kasus Pemalakan di Tanah Abang Jakpus, Pemotor Dipaksa Beri 'Uang Lewat' Rp300 Ribu
Tak hanya itu, Gus Miftah juga membagikan tunjangan hari raya (THR) yang disebutnya sebagai 'uang kasih sayang' kepada para tamu.
Gus Miftah memastikan, hal tersebut menjadi sebuah simbol kepedulian yang sederhana namun bermakna mendalam bagi masyarakat.
Antusiasme Warga di Lokasi
Bagi warga sekitar, momen tersebut memiliki arti yang jauh lebih dalam daripada sekadar menikmati hidangan atau menerima bingkisan.
Seorang warga setempat, Sunaryo (56) menuturkan, kehadiran ribuan warga dalam acara tersebut sebagai bentuk kedekatan emosional dengan sosok Gus Miftah yang dikenal merakyat.
Baca Juga: Kondisi Huntara Desa Capar Tanah Bergerak Kabupaten Tegal Terkini, Mulai Dihuni
Sunaryo menilai, suasana yang tercipta terasa begitu personal dan menyentuh hati.
"Rasanya seperti datang ke rumah keluarga sendiri. Tidak ada jarak. Gus Miftah selalu membuat kami merasa dihargai," tuturnya.
Hal serupa, juga dirasakan oleh Ngatini (52). Ia menilai, perhatian yang diberikan jauh lebih berharga daripada materi yang diterima.
“Yang bikin kami bahagia itu bukan hanya apa yang dibagikan, tapi bagaimana kami diperlakukan. Hangat, tulus, dan penuh perhatian,” terang Ngatini.
Berkaca dari hal itu, tak heran jika banyak warga rela datang dari pagi dan bertahan hingga siang hari dalam Pesta Rakyat di Ponpes Ora Aji.*