MEMUTUS BUDAYA WANI PIRO ( TRANSAKSIONAL ) : Oleh Rudi Hartono (RShp)//Tokmas Pemalang

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Selasa, 14 April 2026 | 11:57 WIB
Rudi Hartono (RHsp) Tokoh Masyarakat Pemalang
Rudi Hartono (RHsp) Tokoh Masyarakat Pemalang

 

MEMUTUS BUDAYA WANI PIRO ( TRANSAKSIONAL )

Oleh ; Rudi Hartono (RHsp)/Tokmas PEMALANG

******

Memutus budaya "wani Piro" ( berani berapa ) atau politik transaksional adalah tantangan besar dalam demokrasi Indonesia, karena praktik ini sudah dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat,
Budaya ini mengubah pemilih menjadi pragmatis, yang cenderung memilih kandidat berdasarkan keuntungan sesaat, bukan visi - misi atau integritas.

Langkah strategis untuk memutuskan rantai budaya transaksional :

* Edukasi dan
Pendidikan Politik
Yang Berkelanjutan:

Baca Juga: Malapetaka MBG .... Disampaikan Oleh Yusuf Blegur /Aktifis 88

Meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa uang atau sembako yang hanya akan berdampak sesaat ( misalnya uang 500 ribu akan habis dalam sehari ), namun kerugian akibat salah memilih pemimpin akan dirasakan selama lima tahun atau lebih.

* Pendidikan
Pemilih Cerdas :

Mengubah paradigma dari pemilih pragmatis ( mencari untung ) menjadi Pemilih Rasional yang peduli pada visi - misi dan integritas kandidat.

* Sinergi Antar
Lembaga :

Membangun sinergi konstruktif antara partai politik, Pemerintah, serta Perguruan tinggi untuk menciptakan Pemilu yang lebih bersih.

* Penguatan Peran
Pengawas pemilu :

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BAHAYANYA MAKELAR KASUS ( MARKUS )

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:12 WIB

Suasana Perayaan Hari Raya Nyepi Di Tegal Kondusif

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB
X