Yang satu ini bisa kamu pelajari secara mendalam, yaitu variabel cost, jadi pengeluarannya hanya keluar jika bisnisnya berjalan. Misalnya bagi komisi, profit sharing dengan penjual.
Baca Juga: Langkah Jitu Melawan Rasa Malas dan Membangun Disiplin, Fokus Ketiga Hal Ini!
Dengan begitu kamu bisa memutarkan uang untuk titik-titik modal lainnya yang berbeda, sehingga bisnis akan lebih stabil.
Kalau kamu belum bisa membuat produk atau jasa yang butuh riset mendalam, maka bisnis yang cocok untuk dijalankan yaitu jual jasa dan freelancing.
Termasuk Dropshipping dengan menjual barang orang lain, sistem ini disebut affiliate marketing.
Baca Juga: Menjadi Pengusaha Muda yang Produktif, Ini 5 Tugas Diawal yang Harus Diselesaikan
Kalau misalnya modal kecil, kalian harus ngerti konsep turnover. Seberapa cepat barang berputar, seberapa cepet uang masuk dan keluar
Jadi untuk kamu yang masih ngerintis dan modalnya kecil, ingat, kuncinya terletak pada perputaran.
Gunakan modal yang ada untuk kebutuhan marketing atau berfokus pada direct sales cost. seperti ngiklan di instagram, Tiktok, dan manfaatkan reseller, atau affiliator.
"Sebenernya modal itu bukan alasan orang untuk gak memulai sesuatu. Cuma modal itu alat untuk mempercepat kita mencapai tujuan bisnisnya," Ungkapnya.
Artikel Terkait
Strategi Brand Lokal Bersaing dengan Barang Branded, Momentum Produk Buatan Indonesia Mendunia
Cara Meningkatkan Penjualan Dengan 5 Trik Marketing yang Jitu dan Tepat Sasaran
Mendapat 10 Juta Pertama dari Jualan Produk Digital, Pakai Strategi Ini dan Langsung Praktek