"Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," jelasnya.
Jawab Kritik Biaya Perjalanan ke LN
Seskab Teddy menyebutkan salah satu poin kritik tersebut soal biaya perjalanan ke luar negeri.
"Jadi yang pertama masalah biaya bila keluar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara," terang Teddy.
Baca Juga: 620 Jiwa di Kemayoran Kehilangan Tempat Tinggal usai Kebakaran di Kemayoran
"Itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," tambahnya.
Selain itu, Teddy juga menegaskan jumlah orang dalam rombongan kunjungan luar negeri Prabowo sudah berkurang besar-besaran, yakni hampir 50 persen dari periode pemerintahan sebelumnya.
"Kalau dulu itu itu sekali keluar negeri bisa lebih dari dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu," kata Teddy.
"Nah, zaman Pak Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," bebernya.
Nilai Bukan Sekadar Seremonial
Dalam kesempatan yang sama, Teddy menegaskan Prabowo menjadi presiden ketika kondisi dunia sedang dinamis hari per hari, dan dipenuhi konflik global.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo dinilai perlu untuk membangun dan menjalin hubungan dengan para pemimpin dunia.
Baca Juga: Anggota Polres Tegal Kota Ikuti Test Skrining TBC
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak. Kita harus panen hubungan yang baik," tegas Teddy.
"Lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan. dan begitu pula sebaliknya," sambungnya.
Artikel Terkait
Matangkan Dokumen Perubahan RTRW Kota Tegal, DLH Gelar Forum Konsultasi Publik Lanjutan
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen
Usai Pemkab Lombok Tengah Menutup 25 Gerai Alfamart, Muncul Aksi Demo Ratusan Karyawan yang Cemas Jadi Korban PHK
Viral Kasus Penipuan WO di Bekasi
Polres Tegal Kota Salurkan 2 Sapi dan 11 Kambing Qurban Usai Salat Idul Adha