Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami kenaikan karena kedua jenis BBM nonsubsidi tersebut banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
“Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Baron dalam keterangannya pada Sabtu, 18 April 2026.
Adapun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi untuk penyesuaian lonjakan harga minyak dunia.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyatakan kenaikan harga sebagai respons untuk kondisi saat ini.
“Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global,” ujar Anggia dalam keterangannya pada Sabtu, 18 April 2026.
Baca Juga: Arus Balik Purwokerto–Jakarta via Brebes Pejagan Nayis Lumpuh, Banjir Rendam Jalur di Ketanggungan
“Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu Pertalite dan Solar subsidi tidak naik,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Anggia memastikan hingga akhir 2026, harga BBM subsidi akan tetap stabil seperti saat ini.
Harga BBM subsidi jenis Pertalite saat ini masih seharga Rp10.000 per liter dan Biosolar seharga Rp6.800 per liter.
*
Artikel Terkait
Persib Bandung vs Persija Jakarta Kemungkinan Digelar Tanpa Penonton, Komite Banding Belum Mengeluarkan Putusan
Pemuda Asal Jakarta SImpan 1000 Lebih Obat Obatan Terlarang di Kota Tegal
Gubernur Jateng Agendakan Ngobrol Bareng Mahasiswa Tiap Bulan di Jakarta
Usai Banjir Menerjang Aceh Tengah, Muncul Inisiatif Terbangkan Hasil Panen Cabe ke Jakarta Pakai Pesawat Bantuan
Viral Sejoli di Jakarta Utara Diduga Dianiaya Pemotor usai Tegur Berjalan Pelan saat Lewati Kawasan Banjir